Sumenep,Globalindo.net – Langit mendung menggantung sejak pagi di Sumber Kenik, Dusun Toggung, Desa Pancor, Kecamatan Gayam. Tak lama kemudian, hujan deras mengguyur kawasan itu.
Namun cuaca yang kurang bersahabat tidak mampu memadamkan semangat puluhan warga dan anggota Koramil 0827/20 Sapudi yang tetap bergotong royong membongkar musholla kuno.
Di tengah rintik yang berubah menjadi guyuran hujan lebat, warga dan anggota TNI terlihat tetap bekerja. Sebagian mengangkat kayu bangunan, sebagian lainnya menurunkan genteng dan membersihkan material pembongkaran.
Pakaian mereka basah kuyup, namun senyum dan semangat kebersamaan tetap terpancar.
Suasana itu menghadirkan pemandangan yang mengharukan. Tak ada yang memilih berteduh terlalu lama. Saat hujan sedikit mereda, mereka kembali bergerak bersama melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai sejak pagi.
Kegiatan Jumat Bersih tersebut dipimpin oleh Bintara Tinggi Tata Usaha Dalam (Batuud) Koramil 0827/20 Sapudi, Serka Cholik Meiyudi. Ia bersama Babinsa Desa Pancor dan anggota Koramil lain turun langsung membantu warga, menunjukkan bahwa kebersamaan bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata di lapangan.
Menurut Cholik, gotong royong merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan dan kepedulian sosial.
“Meskipun hujan deras, semangat warga luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian terhadap tempat ibadah masih sangat kuat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Dusun Toggung, musholla kuno ini memiliki makna yang lebih dari sekadar bangunan fisik. Di tempat itulah menjadi persinggahan warga untuk beribadah.
Namun semenjak mushollah yang baru sudah dibangun, mushollah kuno ini sudah tidak digunakan. Karena itu, bangunan mushollah ini akan dijadikan tempat beristirahat pengunjung.
Hujan yang terus turun seakan menjadi saksi eratnya persaudaraan antara TNI dan warga. Di tengah cuaca yang dingin dan jalanan yang mulai becek, mereka tetap bekerja bahu-membahu tanpa mengeluh.
Dari Dusun Toggung, semangat gotong royong itu kembali mengajarkan bahwa kebersamaan mampu mengalahkan segala rintangan.
Bahkan hujan deras sekalipun tidak sanggup menghentikan niat baik untuk membangun rumah ibadah dan memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat.”
Pewarta: Eka-Wawan












