Sosial dan budayaBekasiBerita

Lestarikan Tradisi Leluhur, Pemdes Tanjungbaru Gelar Arak-arakan Kepala Kerbau dalam Ritual Hajat Bumi

23
×

Lestarikan Tradisi Leluhur, Pemdes Tanjungbaru Gelar Arak-arakan Kepala Kerbau dalam Ritual Hajat Bumi

Sebarkan artikel ini

KAB BEKASI – Ratusan warga memadati jalanan utama di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, untuk menyaksikan dan mengikuti prosesi sakral Hajat Bumi. Acara tahunan yang menjadi warisan turun-temurun ini dimeriahkan dengan ritual utama berupa arak-arakan kepala kerbau dan dong dangan hasil bumi keliling kampung.Wujud Syukur dan Penghormatan Terhadap Alam ritual Hajat Bumi ini diselenggarakan sebagai simbol ungkapan rasa syukur yang mendalam dari masyarakat Desa Tanjungbaru kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah tanah yang subur, keselamatan desa, serta melimpahnya hasil pertanian.

Kepala Desa Tanjungbaru Dudu.Sumbali.S.H, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas adat, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjaga nilai-nilai gotong royong yang mulai mengikis di era modern.

“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar rutinitas adat tahunan semata. Lebih dari itu, momentum ini adalah saat yang sangat penting bagi kita semua untuk mempererat kembali tali silaturahmi antarwarga Desa Tanjungbaru.Di era modern yang serba digital ini, tantangan sosial kita semakin besar.Dan kegiatan ini bukan musyrik akan tetapi sebagai wujud rasa syukur Kita terhadap nilai-nilai luhur gotong royong yang menjadi warisan nenek moyang kita perlahan mulai mengikis. “Ujarnya.Pada.Jum’at.(12/06/2026).

Lebih lanjut Kades Tanjung Baru Dudu.Sumbali.S.H, Menambahkan .”Melalui kegiatan inilah, kita ingin membangkitkan kembali semangat kebersamaan tersebut. Mari kita jadikan acara ini sebagai pengingat bahwa seberat apa pun tantangan zaman, jika kita hadapi bersama secara gotong royong, Desa Tanjungbaru akan tetap kokoh, rukun, dan harmonis.Saya selaku Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan warga yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, serta waktunya untuk menyukseskan acara ini.” Tambahnya.

Prosesia arak – arakn dimulai ba’da jum’at yang mengambil start dari halaman Kantor Kepala Desa Tanjungbaru. Sebuah kendaraan khusus yang membawa kepala kerbau diposisikan di barisan paling depan, diiringi oleh barisan perangkat desa, tokoh adat, serta masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional Sunda.Di belakang kendaraan utama, tampak barisan kenadaraan membawa gunungan atau dong dangan yang berisi sayur-mayur, buah-buahan, dan padi hasil panen lokal warga setempat.Kemeriahan arak-arakan semakin lengkap dengan iringan musik tradisional seperti kendang pencak, Jaipongan yang membakar semangat para penonton di sepanjang rute jalan.Ritual Inti dan Doa Bersama Setelah mengitari wilayah desa Tanjungbaru rombongan arak-arakan kembali berkumpul di titik pusat upacara.Di sebuah makam Leluhur Desa Tanjung Baru.

Sesuai dengan adat leluhur, prosesi dilanjutkan dengan ritual penguburan kepala kerbau di tempat yang telah ditentukan oleh sesepuh adat.Secara filosofis, penguburan kepala kerbau ini menyimbolkan upaya manusia untuk membuang segala sifat kebinatangan, keserakahan, dan keburukan dari dalam diri, sekaligus memohon perlindungan dari mara bahaya (tolak bala).

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah doa selesai, ratusan warga langsung berebut gunungan hasil bumi dan makanan berkah yang dipercaya membawa keberkahan bagi rumah tangga mereka. Pemerintah daerah berharap agenda kebudayaan seperti ini dapat terus dipertahankan bahkan dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di wilayah Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

( JM)

Tinggalkan Balasan