JAWA TIMURMaduraSumenep

Kasus Desil Tak Sesuai Cak Armuji Ajak Mahasiswi Temui BPS, Sementara BPS Sumenep Berdalih Tidak Ada Hubungannya

64
×

Kasus Desil Tak Sesuai Cak Armuji Ajak Mahasiswi Temui BPS, Sementara BPS Sumenep Berdalih Tidak Ada Hubungannya

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net — Viralnya pemberitaan mengenai nasib seorang mahasiswi Universitas Nasional Sumenep (UNESA) yang terancam tidak dapat melanjutkan kuliahnya memicu perhatian luas. Mahasiswi tersebut dikabarkan kehilangan hak atas beasiswa yang diterimanya karena status desil kesejahteraannya berubah, padahal kondisi ekonominya sebenarnya belum membaik sama sekali.

Menyikapi persoalan tersebut, Cak Armuji melalui akun TikTok-nya menyampaikan sikap sekaligus langkah nyata yang akan diambil. “Besok kita akan datangi BPS untuk memberikan solusi terkait penetapan desil yang tidak sesuai,” ujarnya kepada mahasiswi tersebut.

Kasus yang dialami mahasiswi bernama Drea itu menjadi contoh nyata betapa keliru datanya. Drea diketahui memperoleh penghasilan dengan berjualan gantungan kunci, sedangkan ayahnya bekerja sebagai pengantar galon air isi ulang jelas keduanya bukan dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Perubahan status desil yang dialaminya sama sekali tidak mencerminkan kenyataan hidup yang sesungguhnya mereka jalani.

Ironisnya, sikap yang ditunjukkan di tingkat pusat atau daerah lain tampak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di Kabupaten Sumenep.

Berbeda dengan upaya penyesuaian data yang dilakukan di tempat lain, badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Sumenep justru terlihat mencuci tangan. Pihaknya berdalih menyatakan bahwa persoalan penetapan desil tidak ada hubungannya dengan BPS.

Kondisi ini dirasakan semakin tidak berpihak pada masyarakat di Kecamatan Manding. Di wilayah itu, warga yang justru paling membutuhkan bantuan ternyata menjadi korban kesalahan pendataan nama mereka tidak pernah masuk dalam daftar penerima bantuan sosial apa pun, padahal kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

Jika data dasar saja keliru dan tidak ada pihak yang bersedia meluruskan, maka kebijakan serta bantuan yang seharusnya tepat sasaran justru meleset jauh dari harapan.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan