NGAWI, Globalindo.net — Di tengah musim kemarau yang membuat sumber air warga mulai mengering, kepedulian kembali hadir. Darmawan Sutanto, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menyalurkan sekitar 50 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, Senin (31/8/2026).
Sebanyak lima tangki air bersih didistribusikan ke sejumlah titik. Empat tangki menyasar wilayah Kabupaten Ngawi, sedangkan satu tangki lainnya dikirim ke Dusun Pepe, Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, yang berada di kawasan perbatasan dan secara geografis dekat dengan Ngawi.
Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang dalam beberapa waktu terakhir harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
“Air bersih menjadi kebutuhan mendesak warga ketika sumber air mulai sulit didapat. Karena itu bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat,” demikian gambaran kondisi warga di sejumlah lokasi penerima bantuan.

Lima Tangki, Ratusan Kepala Keluarga Terbantu
Distribusi dilakukan di beberapa wilayah dengan jumlah penerima manfaat yang cukup besar.
Di Desa Cantel, Kecamatan Pitu, dua tangki dengan total 20.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu sekitar 157 KK.
Kemudian satu tangki berkapasitas 10.000 liter dikirim ke Dusun Tambak Selo, Desa Banyu Urip, dengan penerima manfaat sekitar 300 KK.
Sementara itu, Dusun Ngelon, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, mendapatkan satu tangki berisi 10.000 liter air bersih yang diperuntukkan bagi sekitar 196 KK.
Satu tangki lainnya menyeberang wilayah administratif menuju Dusun Pepe RT 35/RW 11, Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Sekitar 50 KK menjadi penerima manfaat di titik tersebut.
Secara keseluruhan, sekitar 50.000 liter air bersih disalurkan dalam aksi sosial tersebut.

“Lemah Teles, Allah Ingkang Mbales”
Bantuan air bersih itu pun disambut rasa syukur warga. Muhammad Mali, perwakilan warga Dusun Ngrowot, Desa Cantel, Kecamatan Pitu, menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Darmawan Sutanto.
Dengan bahasa Jawa yang sarat doa, ia berharap kebaikan tersebut mendapatkan balasan dari Tuhan.
“Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Kunjuk dumateng panjenengane Mas Sutanto (Darmawan Sutanto), kulo mewakili Dusun Ngrowot, Desa Cantel, Kecamatan Pitu, matur sembah sanget kaitanipun air bersih ingkang saking panjenengan. Lemah teles, Allah ingkang mbales. Mas Sutanto tetep sehat selalu, guyub rukun, tentrem, selamat, bahagia dunia akhirat. Aamiin, aamiin ya robbal alamin.”
Ungkapan “Lemah teles, Allah ingkang mbales” menjadi simbol rasa syukur warga. Di tengah kondisi kekeringan, setetes hingga ribuan liter air memiliki arti penting bagi masyarakat.
Tak Hanya Ngawi, Wilayah Perbatasan Ikut Diperhatikan
Menariknya, distribusi bantuan tidak hanya berhenti di wilayah administratif Kabupaten Ngawi.
Satu tangki air bersih juga diarahkan ke Ngraho, Bojonegoro. Lokasinya berada di kawasan perbatasan sehingga akses dan kedekatan wilayah membuat distribusi bantuan tetap dilakukan kepada warga yang sama-sama terdampak kekeringan.
Bagi warga, persoalan air bersih tidak mengenal batas administratif. Ketika sumber air mengering dan kebutuhan semakin mendesak, bantuan menjadi sangat berarti.
Lima tangki yang didistribusikan Darmawan Sutanto pun menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga yang tengah menghadapi sulitnya mendapatkan air bersih.
Bukan sekadar mengirim air, bantuan ini membawa pesan bahwa di tengah kemarau yang panjang, warga yang kesulitan tetap diperhatikan.
As/Red












