JAWA TIMURMaduraOpiniSumenep

“KERACUNAN” DANA MBG

16
×

“KERACUNAN” DANA MBG

Sebarkan artikel ini

OLEH : EDI KURNIAWAN S,H

SUMENEP,Globalindo.net – Beberapa bulan terakhir, publik berkali-kali mendengar berita tentang anak-anak yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ada yang mual, muntah, bahkan harus mendapatkan perawatan medis. Berita itu mengundang keprihatinan karena yang menjadi korban adalah anak-anak yang sesungguhnya sedang menerima haknya. 

Namun kini muncul ironi yang jauh lebih besar.

Jika sebelumnya yang diberitakan adalah murid yang diduga keracunan makanan MBG, kini yang “keracunan” justru para pejabat dan pengusaha yang mengelola program tersebut.

Bukan keracunan bakteri.
Bukan keracunan makanan.
Melainkan keracunan dana MBG.

Tentu ini bukan keracunan dalam pengertian medis. Ini adalah metafora tentang bagaimana sebagian manusia kehilangan daya tahan moral ketika berhadapan dengan kekuasaan dan anggaran yang sangat besar.

Racun itu bernama keserakahan. 
Dalam dunia kesehatan, keracunan terjadi ketika zat berbahaya masuk ke dalam tubuh dan merusak organ-organ kehidupan.

Dalam dunia birokrasi, keracunan terjadi ketika uang masuk ke dalam kesadaran yang lemah lalu merusak akal sehat, nurani, dan integritas. 
Tetapi seperti racun yang perlahan menyebar dalam aliran darah, keserakahan juga merambat diam-diam ke seluruh sistem berpikir.

Yang salah terasa biasa. Yang melanggar dianggap lumrah. Yang haram dibungkus dengan berbagai alasan yang tampak rasional.

Padahal dana MBG bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran negara.

Di dalamnya ada wajah anak-anak Indonesia.
Ada murid yang berangkat sekolah hanya dengan sarapan singkong rebus.
Ada yang hanya minum teh manis.
Ada yang bahkan berangkat dengan perut kosong.

Dana itu seharusnya berubah menjadi telur, ikan, sayur, susu, dan makanan bergizi yang membantu mereka belajar dan tumbuh sehat anak.

Tinggalkan Balasan