BeritaBekasi

Dua Calon BPD Bojongsari Mundur Mendadak, Warga Curiga Ada “Skenario” Politik di Baliknya

54
×

Dua Calon BPD Bojongsari Mundur Mendadak, Warga Curiga Ada “Skenario” Politik di Baliknya

Sebarkan artikel ini
gambar ilustrasi Ai

KAB. BEKASI, Globalindo.Net – Pesta demokrasi pemilihan langsung anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Dusun Dua Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin, yang sudah lama dinanti warga, kini dinilai berpotensi menjadi aklamasi. Proses ini pun diwarnai tanda tanya besar menyusul pengunduran diri dua calon, yang diduga kuat bukan tanpa alasan, melainkan sarat kepentingan politik. Selasa 12/05/2026.

Berdasarkan keputusan panitia, jika pengunduran diri kedua calon itu disahkan, maka pemilihan dipastikan akan dilaksanakan secara aklamasi. Pasalnya, dari total lima calon awal, tersisa tiga nama yang masih bertahan. Jumlah tersebut sudah memenuhi kuota keanggotaan BPD yang dibutuhkan.

Dua calon diketahui sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada panitia penyelenggara. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Panitia kepada awak media Globalindo.Net. Ia menjelaskan, pihaknya baru akan memproses surat pengunduran diri itu setelah memanggil dan menanyakan alasan pasti dibalik keputusan kedua calon tersebut. Terlebih, panitia sudah menetapkan nomor urut masing-masing calon dan surat undangan pemilihan pun sudah disebarkan ke seluruh warga.

“Iya, kami panitia akan memproses pengunduran diri dua calon BPD ini. Namun sebelumnya, kami akan memanggil keduanya untuk menanyakan apa sebab dan alasan pasti mereka mengundurkan diri,” ujar Ketua Panitia.

Kecurigaan mendalam dilontarkan oleh “HS” warga Dusun dua yang terus memantau jalannya proses ini. Menurutnya, ada hal yang sangat janggal dan mencurigakan dari langkah kedua calon tersebut. Ia menduga kuat pengunduran diri ini dikendalikan pihak tertentu demi kepentingan politik.

Kejanggalan yang dimaksud HS adalah fakta bahwa pengunduran diri kedua calon itu belum sah secara administrasi dan belum ditetapkan oleh panitia, namun keduanya justru sudah tercatat duduk sebagai bagian dari kepanitiaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bojongsari yang rencananya digelar 20 September 2026 mendatang. Padahal, kepanitiaan Pilkades itu baru saja dibentuk pada musdes Selasa, 12 Mei 2026.

“Penyelenggaraan pemilihan calon anggota BPD Desa Bojongsari ini terasa sarat kepentingan, saya menduga ada pihak yang mengendalikan. Masalahnya, pengajuan pengunduran diri mereka saja belum sah dan belum ditetapkan panitia, tapi kenapa mereka sudah masuk dalam kepanitiaan Pilkades yang baru saja dibentuk hari ini? Ini sangat mencurigakan,” tegas HS

Fakta tersebut memunculkan banyak pertanyaan di benak warga. Hingga kini, polemik ini belum menemukan titik terang. Sementara itu, warga Dusun Dua masih menanti pelaksanaan pemilihan anggota BPD yang dijadwalkan digelar secara langsung pada 23 Mei 2026 mendatang.

(Biro Bekasi Raya)

Tinggalkan Balasan