BANDUNG -JABAR
Globalindo.Net//Pemprov Jabar akan menyediakan insentif tambahan bagi Camat yang dinilai sukses mengakselerasi indikator makro provinsi pada tahun 2025.
Insentif tambahan tersebut mulai dari Rp.20 hingga 50 juta.
Penilaian suksesnya dalam mengakselerasi indikator makro provinsi tersebut mencakup, Penanggulangan kemiskinan, stunting, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, serta menstimulus laju pertumbuhan ekonomi.
Insentif tambahan bagi para Camat sendiri diambil dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang dikelola Bapenda Jabar.
Dana optional itu dari provinsi, dari PKB dan BBNKB kemudian ditransfer ke Kabupaten/Kota melalui Bapenda Jabar.
Itu salah satu direktif dari Pak Gubernur/dari provinsi, Kami minta untuk dikawal sampai ke Kecamatan, kata Herman Suyatman (Sekda Jabar) di Gedung Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Rabu (9/10/2024) kemarin.
Herman mengumumkan komitmen Pemprov untuk memberikan insentif tambahan saat memimpin rakor yang dihadiri 209 Camat dari seluruh Jabar.
Ke -209 Camat tersebut dipanggil dan menerima tugas langsung dari Sekda Jabar untuk, Jabar Maju dan Terdepan.
Herman (Sekda Jabar) mengatakan, Kami telah memanggil para Camat se Jawa Barat, untuk mengabdi di atas rata-rata di Kecamatan masing-masing, terangnya.
Diharapkan Herman, melalui insentif ini, para Camat membangun wilayahnya tidak saja dari perspektif, baik Kab/Kota tapi sudut pandang provinsi, Bukan perspektif Kecamatan untuk Kecamatan, beber Herman.
Posisi Camat sangat strategis, maju atau tidaknya Jawa Barat salah satunya ditentukan oleh kinerja Camat,” terangnya.
Menurut, Herman, Kecamatan hebat jika Desa atau Kelurahannya hebat”Artinya kita harus mulai dari lapangan, pastikan Desa atau Kelurahannya hebat.
Yang paling bertanggung jawab atas hebatnya Desa/Kelurahan adalah Camat, pungkas Herman.
(Rf).












