JAWA TIMURMaduraSumenep

Kolaborasi Petugas Dan Warga Dorong Sensus Ekonomi 2026 Di Desa Masaran Berjalan Optimal

38
×

Kolaborasi Petugas Dan Warga Dorong Sensus Ekonomi 2026 Di Desa Masaran Berjalan Optimal

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Desa Masaran, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 24 Juli 2026, capaian rata-rata pencacahan yang dilakukan sembilan Petugas Pencacah Lapangan (PPL) telah mencapai progres 46,42 persen.

Sensus Ekonomi yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali itu berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Pendataan bertujuan menghimpun informasi menyeluruh mengenai aktivitas usaha masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.

Di Desa Masaran, proses pencacahan mencakup wilayah seluas sekitar 1,47 kilometer persegi yang terdiri atas 2 dusun, 4 RW, dan 10 RT. Luas wilayah, sebaran permukiman, serta beragam aktivitas usaha masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menyelesaikan pendataan secara menyeluruh.

Petugas Pencacah Lapangan (PPL) Desa Masaran, Mellisa Aryunani, mengatakan seluruh petugas terus bekerja sesuai wilayah tugas masing-masing dengan tetap mengedepankan kualitas dan akurasi data.

“Seluruh petugas sudah bekerja sesuai wilayah tugasnya masing-masing. Perbedaan capaian merupakan hal yang wajar karena setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari jumlah responden, sebaran usaha, maupun kondisi masyarakat saat proses pendataan berlangsung,” ujarnya, Selasa (24/7/2026).

Mellisa menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan pendataan maupun penentuan penerima bantuan sosial, melainkan bertujuan menghimpun data aktivitas ekonomi masyarakat secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Dengan waktu pelaksanaan yang masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026, PML bersama seluruh PPL terus mengoptimalkan pencacahan agar seluruh target pendataan di Desa Masaran dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas data yang dihimpun.

Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada dedikasi petugas di lapangan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap. Data yang akurat diharapkan menjadi fondasi penting bagi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran di tingkat daerah maupun nasional.

Petugas Pencacah Lapangan, Mellisa Aryunani, mengungkapkan bahwa proses pendataan tidak hanya membutuhkan ketelitian, tetapi juga kesabaran dalam menemui responden.

“Kami sering harus menyesuaikan waktu dengan aktivitas warga. Ada responden yang baru bisa ditemui setelah pulang bekerja, bahkan ada yang harus didatangi lebih dari satu kali. Namun, kami berupaya memastikan setiap data yang dikumpulkan akurat dan sesuai kondisi sebenarnya,” katanya.

Selain menghadapi kondisi geografis dan mobilitas responden, petugas juga masih menjumpai masyarakat yang belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi. Sebagian warga mengira pendataan berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial sehingga petugas perlu memberikan penjelasan sebelum wawancara dilakukan.

Warga Desa Masaran Tengah, Surami (70), mengaku baru memahami tujuan sensus setelah mendapat penjelasan dari petugas.

“Petugas menjelaskan dengan baik maksud dan tujuan Sensus Ekonomi. Saya jadi tahu bahwa pendataan ini bukan untuk menentukan penerima bantuan sosial, tetapi untuk mengetahui kondisi usaha masyarakat. Semoga hasilnya dapat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

PEWARTA : WAWAN

Tinggalkan Balasan