JakartaNasional

Dana Rp10,2 Triliun Hasil Penyelamatan Negara Bakal Renovasi 5.000 Puskesmas Tua

25
×

Dana Rp10,2 Triliun Hasil Penyelamatan Negara Bakal Renovasi 5.000 Puskesmas Tua

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,Globalindo.net – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa dana sebesar Rp10,2 triliun yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke kas negara akan langsung dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Salah satu prioritas utamanya adalah merenovasi ribuan Puskesmas di seluruh Indonesia yang kondisinya memprihatinkan dan belum tersentuh perbaikan selama puluhan tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan aset lahan kawasan hutan hasil kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (13/5/2026). Dalam kesempatan itu, negara secara resmi menerima penyerahan dana administratif senilai Rp10.270.051.886.464, bersamaan dengan pengembalian lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare.

Menurut Prabowo, dana sebesar itu sudah cukup untuk membiayai perbaikan sekitar 5.000 unit Puskesmas di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa hasil kerja keras pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan negara harus langsung berbalik memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 Puskesmas. Rakyat kita harus melihat dan merasakan manfaatnya. Rakyat ingin melihat bukti konkret, bukan sekadar laporan di atas kertas. Ini lho uangnya, Rp10 triliun lebih, dan langsung kita alokasikan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan,” tegas Prabowo di hadapan para pejabat dan awak media.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan fakta memprihatinkan yang diterimanya dari laporan Menteri Kesehatan, terkait kondisi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di daerah. Berdasarkan data yang ada, Indonesia memiliki sekitar 10.000 unit Puskesmas yang dibangun sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto, atau sekitar 30 tahun lalu. Hingga kini, ribuan bangunan tersebut dikabarkan belum pernah mendapatkan perbaikan atau renovasi besar-besaran, sehingga banyak yang kondisinya sudah tua, rusak, dan tidak layak pakai.

“Saya baru saja melakukan kunjungan ke beberapa daerah terpencil, lalu mendapat laporan dari Menkes. Beliau bilang, ‘Pak, kita punya 10.000 Puskesmas sejak zaman Pak Harto, sudah 30 tahun berlalu, tapi bangunan-bangunan itu belum pernah diperbaiki sama sekali’. Mendengar itu, saya langsung bertanya berapa kebutuhan dananya,” papar Prabowo.

Presiden menjelaskan, kebutuhan biaya untuk merenovasi satu unit Puskesmas diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Jika dikalikan dengan total 10.000 unit yang perlu diperbaiki, maka pemerintah memerlukan anggaran keseluruhan sekitar Rp20 triliun.

“Saya tanya, butuh uang berapa untuk perbaiki semuanya? Diperkirakan satu Puskesmas butuh Rp2 miliar, jadi total kita butuh kurang lebih Rp20 triliun. Dengan dana yang baru kita dapatkan hari ini, kita sudah bisa menuntaskan separuh kebutuhan itu. Ini baru awal, kita akan terus cari dananya agar semuanya bisa terperbaiki,” imbuhnya.

Prabowo kembali menegaskan bahwa seluruh aset dan uang negara yang berhasil dikembalikan harus langsung dialihkan untuk program-program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat, terutama kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar. Ia mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung, Satgas PKH, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras mengembalikan kekayaan negara yang sempat hilang atau dikuasai pihak lain.

Kehadiran Presiden dalam penyerahan aset ini sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah agar penegakan hukum di bidang kekayaan negara tidak berhenti pada pemulihan aset saja, tetapi berlanjut hingga memberikan dampak nyata dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Pewarta: Eka-HR

Tinggalkan Balasan