Sumenep

SPPG Talang Akui Lalai, Camat Saronggi: Akan Lapor Bupati dan Sekda

294
×

SPPG Talang Akui Lalai, Camat Saronggi: Akan Lapor Bupati dan Sekda

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.net – Menindaklanjuti kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa SDN Juluk 2, Camat Saronggi bersama jajaran Forkopimcam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi SPPG Talang Syita Ananta.

Dalam kegiatan tersebut, Camat didampingi langsung oleh Kapolsek, Danramil, serta pihak Puskesmas setempat. Kedatangan mereka bertujuan untuk memastikan kebenaran adanya dugaan penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi.

Hasil dari pemeriksaan dan konfirmasi di lokasi cukup mengejutkan. Pihak pengelola SPPG Talang diketahui telah mengakui adanya kesalahan dan kelalaian dalam proses pengolahan hingga pendistribusian makanan.

“Dan pada dasarnya pihak pengelola SPPG tersebut sudah mengakui adanya kelalaian dalam menyajikan menu yang tidak layak untuk dimakan,” ujar Camat Saronggi dalam keterangannya.

Melihat fakta tersebut, pihak kecamatan memberikan peringatan keras dan arahan tegas. Mereka meminta pengelola segera melakukan perbaikan total mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian agar menu yang disalurkan benar-benar aman dan layak dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.

“Pihaknya juga berharap kepada SPPG tersebut agar bisa memperbaiki lagi menu yang mau disalurkan kepada siswa untuk betul-betul layak dikonsumsi,” tambahnya.

Kejadian ini dinilai sangat serius karena sudah memakan korban. Diketahui banyak siswa di SDN Juluk 2 mengalami diare, bahkan beberapa di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Oleh karena itu, Camat memastikan akan segera membuat laporan tertulis secara resmi kepada pimpinan tertinggi di daerah.

“Kita akan melakukan laporan tertulis kepada Pak Bupati dan Pak Sekda soal kejadian SPPG Talang yang mendistribusikan MBG yang tidak layak makan,” tegasnya.

Sementara itu, tuntutan keras juga datang dari orang tua siswa. Seorang wali murid bernama Fajar kembali menegaskan kemarahannya. Ia menilai kelalaian ini bukan kejadian pertama kali, melainkan sudah sering terjadi.

“Bahkan Wali murid atas nama Fajar menuntut agar SPPG Talang Syita Ananta ditutup karena sering mendistribusikan makanan basi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, masyarakat menanti tindak lanjut tegas dari Pemerintah Kabupaten Sumenep setelah laporan resmi disampaikan.”

Pewarta: HR-Eka

Tinggalkan Balasan