Hasil leb dari rumah sakit BHC
SUMENEP, Globalindo.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibawah naungan yayasan bumi asfan abadi dan yang dikelola anggota dewan PDIP Dapur Lalangon kini memakan korban. Kali ini yang menjadi korban adalah siswa-siswi TK Kartini Lalangon yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan, Minggu (12/04/2026).
Kejadian ini bermula ketika guru di sekolah tersebut melihat kondisi makanan yang didistribusikan dinilai tidak layak konsumsi. Lauk yang disajikan tercium bau tidak sedap, bahkan telur yang menjadi menu pendamping diketahui sudah dalam kondisi busuk.
Pihak sekolah yang khawatir akan keselamatan anak-anak didiknya pun langsung menegur dan memberikan peringatan keras kepada petugas atau pengantar dari pihak dapur. Namun sayangnya, teguran tersebut tidak digubris sama sekali dan makanan tetap dipaksakan untuk disajikan kepada anak-anak.
“Padahal guru sudah menegur langsung kepada pihak dapur mengenai makanan yang lauknya bau dan telurnya busuk, tapi tidak digubris,” ujar salah satu sumber.
Akibat kelalaian tersebut, sejumlah siswa yang memakan menu tersebut akhirnya jatuh sakit dan menunjukkan gejala keracunan. Para orang tua langsung panik dan segera melarikan anak-anak mereka untuk mendapatkan penanganan medis.
“Siswa TK tersebut ketika dilarikan ke Rumah Sakit BHC Sumenep dan dicek oleh pihak rumah sakit, hasilnya positif keracunan makanan,” tambahnya.
Insiden ini memicu kemarahan besar dari para wali murid. Mereka menilai bahwa pengelola Dapur Lalangon sudah tidak profesional dan mengabaikan keselamatan anak-anak.
Bahkan, salah satu wali murid berinisial M menuntut agar operasional dapur tersebut dihentikan secara permanen. Menurutnya, sudah tidak ada gunanya mempertahankan dapur yang tidak pernah mendengarkan masukan dan membahayakan nyawa generasi muda.
“Wali murid meminta agar Dapur Lalangon yang tidak mengindahkan teguran guru atau wali murid, lebih baik ditutup saja,” tegas inisial M mewakili rasa kecewa orang tua.
Hingga berita ini diturunkan pihak pengelola dapur bungkam saat di konfirmasi. Dan Wali murid meminta instansi terkait mengenai kasus keracunan yang menimpa anak-anak TK tersebut. Bahkan Masyarakat berharap ada tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.”pungkasnya
Pewarta: HR-Eka












