SUMENEP, Globalindo.net – Realisasi luas tanam padi di Kabupaten Sumenep hingga akhir Maret 2026 tercatat mencapai 6.340 hektare. Angka tersebut setara dengan sekitar 17 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar 36.580 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, membenarkan capaian tersebut dalam keterangannya, Minggu (12/04/2026).
“Realisasi sampai Maret sekitar 6.340 hektare dari target yang ditetapkan tahun ini,” ujar Chainur Rasyid.
Capaian ini merupakan akumulasi dari kegiatan pertanian yang berjalan sejak bulan Januari hingga Maret. Meski baru mencapai 17 persen, pemerintah daerah terus berupaya memacu peningkatan produksi hingga akhir tahun.
Selain dari sisi luas tanam, kinerja positif juga terlihat dari penyerapan gabah oleh Bulog. Dari target yang ditentukan sebesar 600 ton, realisasi penyerapan justru melampaui target hingga mencapai 666 ton.
Menurut Chainur, capaian maksimal ini tidak lepas dari strategi “jemput bola” yang diterapkan oleh pihak terkait.
“Bulog bersama penyuluh turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah petani,” katanya.
Kehadiran petugas langsung di lokasi panen dinilai sangat efektif untuk memudahkan petani menjual hasil panen mereka. Selain itu, kondisi harga gabah yang saat ini terbilang stabil juga menjadi faktor pendorong minat petani untuk segera menjual hasil panennya.
Dari sisi pelaksanaan di lapangan, seluruh program pertanian berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Hal ini juga didukung oleh kondisi cuaca yang relatif baik saat masa panen, sehingga kualitas gabah tetap terjaga.
Pemerintah daerah melalui DKPP juga terus melakukan pendampingan intensif melalui para penyuluh pertanian. Dukungan berupa sarana produksi juga terus digencarkan guna meningkatkan hasil panen petani ke depannya.
“Diharapkan, capaian ini dapat terus meningkat hingga akhir tahun dan mendukung ketahanan pangan daerah,”
Pewarta:HR-Eka












