SumenepBeranda

BPP Pasongsongan Hari Raya Ketupat: Dari Sawah untuk Tradisi Nusantara, Syukur Petani, Nikmat untuk Negeri

106
×

BPP Pasongsongan Hari Raya Ketupat: Dari Sawah untuk Tradisi Nusantara, Syukur Petani, Nikmat untuk Negeri

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.net – Hari Raya Ketupat bukan sekadar tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, ia adalah perayaan yang menyatukan akar budaya, rasa syukur, dan kenyataan kehidupan masyarakat Nusantara. Di Pasongsongan, perayaan ini menjadi momen yang sangat berarti, karena di sanalah benih-benih harap ditanam, dipelihara, hingga berubah menjadi nikmat yang dinikmati jutaan umat.

Di balik setiap anyaman ketupat yang berisi beras putih yang mengenyangkan, terdapat cerita panjang perjuangan para petani. Mulai dari mengolah tanah sawah yang luas, menanam benih dengan penuh harapan, merawat tanaman di bawah terik matahari dan hujan, hingga memanen hasil yang telah dipercayakan alam. Setiap butir beras yang masuk ke dalam anyaman janur adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan kesetiaan petani terhadap tanah tempat mereka bergantung. Ketupat pun akhirnya bukan sekadar hidangan lezat, melainkan wujud nyata keberkahan yang diturunkan dari alam lewat tangan-tangan yang bekerja keras.

Petani adalah pahlawan ketahanan pangan yang sering kali tidak terdengar suaranya, namun peranannya tak tergantikan. Tanpa usaha mereka, meja makan keluarga, pasar-pasar, hingga dapur-dapur besar di seluruh negeri tidak akan terisi. Di BPP Pasongsongan, hal ini dipahami dengan sangat mendalam. Kami menyadari bahwa kemakmuran negeri bermula dari kesuburan sawah dan kesejahteraan para petani yang mengelolanya. Oleh karena itu, mendukung hasil petani lokal bukan sekadar ajakan, melainkan tanggung jawab bersama. Mencintai produk lokal berarti menghargai keringat, melestarikan budaya, dan menjamin ketersediaan pangan bagi masa depan.

Sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan, Korluh BPP Pasongsongan, Ahmad Mulyono, menyampaikan ucapan tulus: “Selamat Hari Raya Ketupat untuk seluruh masyarakat, khususnya para petani yang telah berjuang menjaga kelestarian pertanian dan ketahanan pangan kita. Semoga tradisi ini terus hidup, dan hasil bumi kita senantiasa menjadi berkah bagi seluruh negeri.”

Mari kita jadikan Hari Raya Ketupat tahun ini sebagai momen untuk semakin peduli. Pilihlah hasil petani lokal, dukung usaha pertanian daerah, dan sebarkan kesadaran bahwa setiap butir beras memiliki nilai yang luar biasa. Dari sawah Pasongsongan hingga ke seluruh Nusantara, mari kita jaga warisan ini bersama-sama.”

Pewarta: HR-Eka