Ngawi — Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Darmawan Sutanto, di Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, digelar pada 10 Februari 2026 dan menjadi ajang curhat warga soal infrastruktur jalan. Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh masyarakat dan warga setempat itu, perbaikan akses jalan desa menjadi topik utama sesi tanya jawab.
Warga menyampaikan harapan agar pembangunan jalan penghubung antarwilayah bisa segera direalisasikan karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Darmawan Sutanto menegaskan bahwa sektor infrastruktur jalan tetap menjadi perhatian. Namun ia mengungkap fakta bahwa banyak usulan pembangunan yang tidak bisa diproses karena kendala administrasi.
Menurutnya, sekitar 40 persen kegagalan pengajuan bantuan pembangunan disebabkan proposal yang diajukan tidak memenuhi kelengkapan administrasi.
“Sering kali usulan gagal bukan karena tidak disetujui, tapi karena administrasinya kurang lengkap. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar pembangunan bisa berjalan,” ujar Darmawan di hadapan peserta reses.
Ia mendorong perangkat desa agar lebih teliti dalam menyiapkan dokumen pengajuan serta meminta adanya pendampingan teknis supaya setiap proposal sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kegiatan reses berlangsung dialogis dan penuh antusiasme. Para tokoh masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga perbaikan infrastruktur di wilayah mereka bisa segera terealisasi.
As/Red












