JAWA TIMURSumenep

Penumpang Keluhkan Penempatan Kasur di Kapal Hulalo, Desak Pemerintah Turun Tangan

374
×

Penumpang Keluhkan Penempatan Kasur di Kapal Hulalo, Desak Pemerintah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Kangean, Globalindo.net – Sabtu, 13 September 2025 – Layanan kapal penumpang Hulalo rute Kangean–Kalianget maupun sebaliknya kembali menuai sorotan. Banyak penumpang menganggap penempatan kasur di kapal tidak tertata dengan baik dan tanpa aturan jelas. Situasi ini membuat perjalanan laut yang cukup panjang terasa melelahkan dan tidak nyaman.

Pantauan lapangan menunjukkan, sebagian besar kasur telah “dikuasai” lebih dulu dengan cara diberi tanda berupa tas, bantal, atau tali, meskipun penumpangnya belum berada di kapal. Beberapa penumpang bahkan menyebut praktik tersebut melibatkan kuli angkut yang sudah terbiasa “memesan” kasur untuk pihak tertentu. Akibatnya, meski membeli tiket resmi dan datang lebih awal, banyak penumpang tetap tidak mendapatkan tempat beristirahat yang layak.

“Sudah sering begini. Dari Kalianget maupun dari Kangean, kasur sudah penuh tanda, sementara orangnya belum naik. Penumpang yang datang duluan jadi tidak kebagian tempat. Kami merasa dirugikan,” ungkap salah seorang penumpang.

Kondisi ini paling memberatkan bagi penumpang yang membawa anak kecil, ibu hamil, maupun orang lanjut usia. Mereka terpaksa duduk berdesakan atau mencari tempat seadanya sepanjang perjalanan.

Kasur sudah penuh tanda, sementara orangnya belum naik. Penumpang yang datang duluan jadi tidak kebagian tempat.

Masyarakat berharap, pihak pengelola kapal bersama pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki persoalan ini. Salah satu solusi yang banyak diusulkan adalah penerapan sistem nomor kasur yang tertera langsung di tiket resmi, sehingga penumpang memiliki hak yang jelas tanpa perlu berebut.

Lebih dari itu, desakan juga ditujukan kepada Kementerian Perhubungan serta otoritas terkait di daerah agar memperketat regulasi dan melakukan pengawasan di lapangan. Penumpang menilai, tanpa intervensi pemerintah, praktik semacam ini akan terus berlangsung dan merugikan masyarakat kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.

“Kalau tidak ada aturan dari pemerintah, masalah ini akan selalu berulang. Kami ingin perjalanan yang aman, tertib, dan nyaman,” tambah seorang penumpang lainnya.

Penerapan regulasi dan penegakan aturan diyakini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga memperbaiki citra transportasi laut yang menjadi tulang punggung mobilitas warga kepulauan Kangean.

Jurnalis : Yanto