TerbaruHukum & KriminalPeristiwaSumenep

Ketua RT Angkat Bicara Terkait Viralnya Perbaikan Jalan Menggunakan Dana Swadaya Masyarakat

424
×

Ketua RT Angkat Bicara Terkait Viralnya Perbaikan Jalan Menggunakan Dana Swadaya Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.net // Pelaksanaan perbaikan jalan yang sempat viral dengan menggunakan dana swadaya masyarakat ternyata tidak sesuai dengan fakta dilapangan.

Pengaspalan jalan tersebut berlokasi di Dusun Karang RT 09 RW 04, Desa Mandala Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, yang menurut info hampir menelan biaya kurang lebih 85 Juta Rupiah tersebut ternyata bukan hasil swadaya masyarakat, melainkan diduga ada yang sengaja mendanai untuk menjatuhkan kredibilitas pihak Pemdes Mandala.

Hal itu dibuktikan saat awak media mendatangi ketua RT 09 Dusun Karang, Desa setempat, menurut pengakuan ketua Rt, pihak warga khususnya warga RT 09 Dusun Karang tidak pernah di ajak musyawarah terkait perbaikan jalan tersebut.

“Sobung pak, sobung sombengan deri  warga, tak oning kaule jek dana Deri ka’ dimma (tidak pak, tidak ada sumbangan dari masyarakat, saya tidak tau itu dana dari mana) ,” ucap Mat Hosei ketua RT 09 RW 04. Senin (30-10-2023).

Menurutnya, perbaikan jalan yang di klaim hasil swadaya masyarakat tersebut itu diduga hanya pencitraan dan mencari perhatian warga untuk mendapat suara yang dilakukan oleh warga setempat berinisial H.RS.

“Diawal, sebelum bulan puasa saya memang pernah diminta untuk bekerja untuk pengerjaan aspal, namun ditunggu-tunggu sampai saat ini tidak ada kabar, tiba-tiba perbaikan jalan tersebut sudah selesai,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Sekdes Mandala menyebutkan, perbaikan jalan di Dusun Karang RT 09 RW 04 Desa Mandala tersebut sebenarnya sudah masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2023 untuk dilaksanakan di tahun 2024.

“Perlu kami pertegas lagi, bahwa kami setiap tahun sudah melaksanakan Musdes, nah pada saat acara Musdes tersebut semua usulan warga kita tampung, namun tidak semua usulan itu ter cover, tergantung kemampuan keuangan desa, itu juga berlaku untuk desa seluruh Indonesia,” ucap Rofiq.

Dikatakannya, pekerjaan yang sudah masuk di APBDes 2023 dipastikan akan dikerjakan di tahun 2024, bahkan sudah melakukan pengukuran di beberapa titik lokasi, termasuk di Dusun Karang RT 09 RW 04 desa setempat.

“Perbaikan jalan atau pengaspalan di Dusun Karang akan dilaksanakan tahun  2024 serta beberapa titik lainnya,” terangnya.

Rofiq menegaskan, setiap ada keluhan dari masyarakat pemdes Mandala selalu berikan bantuan dan solusi, termasuk perbaikan jalan rusak, baik secara langsung dari anggaran pribadi, maupun melalui program yang dianggarkan Pemdes Mandala.

“Tiap ada keluhan kita tetap akan bantu mencarikan solusi, termasuk terkait kerusakan jalan, untuk yang perbaikan jalan tersebut sebelumnya memang tidak ada konfirmasi dan musyawarah ke Pemdes, tiba-tiba buming di pemberitaan, itu yang sangat kami sesalkan,” ungkapnya.

Terakhir Rofiq berharap, kepada warga Mandala khususnya, untuk tidak menerima begitu saja atau secara sepihak setiap informasi yang bergulir di masyarakat. Namun, akan lebih baik langsung bertanya atau konfirmasi ke pihak Pemdes Mandala.

“Ini tahun politik, masyarakat jangan mau di adu domba, kami Pemdes Mandala adalah orang tua masyarakat Mandala, tidak mungkin kami selaku orang tua akan menelantarkan anaknya sendiri, ayo duduk bareng kami Pemdes Mandala 24 jam siap melayani warga Desa Mandala,” pungkasnya.

Sebelumnya, dikutip dari media Pekaaksara.com Warga Dusun Karang, Desa Mandala, Kabupaten Sumenep, ramai-ramai patungan memperbaiki jalan rusak. Aksi ini dilakukan karena mereka kesal jalan poros desa tersebut tak kunjung diperbaiki pemerintah desa setempat.
Jalan sepanjang 400 meter itu dikatakan sudah 10 tahun tak tersentuh. Oleh karena itu, demi kenyamanan arus lalu lintas, masyarakat memperbaiki secara patungan atau swadaya.

Warga setempat, Ahmad Rasyid mengatakan, perbaikan jalan secara swadaya masyarakat ini bukan hanya pertama kalinya. Pada 2021 sudah pernah diperbaiki. Namun, rusak kembali.

“Dulu kita perbaiki menggunakan semen dicampur pasir hitam. Sekarang mencoba kembali perbaikan demi kenyamanan masyarakat,” kata Rasyi **(Memet)