JAWA TIMURMaduraSumenep

Sosialisasi Program BSPS di Pakamban Laok, Camat Pragaan Tekankan Pentingnya Swadaya dan Gotong Royong

19
×

Sosialisasi Program BSPS di Pakamban Laok, Camat Pragaan Tekankan Pentingnya Swadaya dan Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mulai disosialisasikan secara resmi kepada masyarakat di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai hak, kewajiban, serta mekanisme pelaksanaan program agar tujuan peningkatan kualitas hunian masyarakat dapat tercapai dengan baik.

Dalam pertemuan yang digelar Jumat (31/07/2026) tersebut, warga yang tercatat sebagai penerima manfaat diimbau untuk memperkuat semangat swadaya dan budaya gotong royong. Hal ini dinilai sangat krusial agar pembangunan rumah yang layak huni dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan menghasilkan bangunan yang kokoh serta nyaman ditempati.

Camat Pragaan, Indra Hernawan, menegaskan bahwa BSPS sejatinya merupakan bantuan berupa stimulan atau rangsangan dari pemerintah pusat untuk membantu masyarakat memperbaiki dan meningkatkan kualitas tempat tinggalnya. Oleh karena sifatnya sebagai pendorong, maka keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat sendiri.

“Yang namanya dana stimulan itu nilainya terbatas, Agar bisa mewujudkan rumah yang benar-benar layak, aman, dan nyaman, kita harus menguatkan swadaya masyarakat. Swadaya itu adalah kekuatan yang muncul dari kesadaran diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar untuk saling membantu,” ujar Indra Hernawan.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

Tahun 2026 ini sendiri menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan yang menargetkan sekitar 400 ribu unit rumah di seluruh Indonesia.

“Mencapai target sebesar itu tentu tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pemerintah semata. Diperlukan kerja sama erat, kebersamaan, dan semangat gotong royong dari semua elemen agar program ini benar-benar berhasil dan dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Auditor Ahli Muda dari Inspektorat Kabupaten Sumenep, Eko Andri Yulianto, mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga pelaksanaan program agar tetap berjalan sesuai aturan perundang-undangan dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan. Integritas dan kejujuran harus selalu dipegang teguh, sehingga setiap rupiah bantuan yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan perbaikan rumah masyarakat penerima.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Kabupaten Sumenep, Lutfi Ghazali, menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai besaran bantuan yang diberikan.

Menurutnya, nilai bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per unit tidak akan mampu mewujudkan rumah yang utuh dan kokoh jika tidak ditopang oleh partisipasi aktif berupa tenaga, material tambahan, maupun dukungan warga.

“Tidak mungkin hanya mengandalkan nilai Rp20 juta saja bisa menghasilkan rumah yang utuh, kuat, dan layak huni tanpa adanya swadaya serta tanggung jawab bersama.

Semua pihak memiliki peran masing-masing yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Lutfi.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada sinergi yang terjalin antara Koordinator Kabupaten (Korkab), tenaga pendamping lapangan, pemerintah desa, hingga masyarakat penerima, Seluruh pihak diharapkan aktif mendampingi proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan, hingga penyelesaian administrasi agar berjalan tertib.

“Dengan tanggung jawab yang kuat dari pendamping, Korkab, pemerintah desa, dan seluruh pihak terkait, kami optimistis Program BSPS di wilayah Kecamatan Pragaan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lutfi Ghazali.

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan