SUMENEP, Globalindo.net – Fathimah International Elementary School yang berlokasi di Desa Jabaan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menggelar kegiatan pembelajaran inspiratif melalui agenda rutin Guest Teacher atau Guru Tamu. Kegiatan kali ini mengusung tema “Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan”, yang menghadirkan narasumber dari jajaran TNI, yakni Koptu Ibnu Hajar yang bertugas di Koramil 0827/03 Manding, Jum’at 31/07/2026
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya sekolah untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh, berbudi pekerti luhur, serta memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam.
Melalui kehadiran narasumber dari unsur militer, para siswa diharapkan dapat meneladani kedisiplinan, keteguhan hati, dan semangat pengabdian yang menjadi ciri khas prajurit.

Dalam sesi penyampaian materi, Koptu Ibnu Hajar mengajak seluruh siswa untuk menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa menjadi warga negara yang baik dimulai dari hal-hal sederhana, seperti disiplin dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, saling menghargai perbedaan, hingga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kalian adalah penerus bangsa. Sejauh apa pun kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan yang kalian pelajari, jangan pernah melupakan jati diri sebagai anak bangsa. Milikilah karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan selalu berpegang teguh pada persatuan, karena itulah pondasi kokoh bagi kemajuan negara kita,” ujar Koptu Ibnu Hajar di hadapan para siswa.
Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh seluruh siswa serta jajaran guru Fathimah International Elementary School. Para siswa tampak aktif menyimak penjelasan, bertanya, dan berinteraksi langsung dengan narasumber.
Pihak sekolah berharap kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara dunia pendidikan dengan institusi TNI dapat terus berlanjut, guna bersama-sama mencetak generasi pelajar yang berkarakter mulia, berwawasan luas, dan siap mengabdi bagi kemajuan nusa dan bangsa.”
Pewarta: HR-EKA












