JAWA TIMURMaduraSumenep

Diduga Utamakan Pengisian Jerigen BBM Pertalite Bersubsidi, SPBU Kolor Dikeluhkan Masyarakat.

60
×

Diduga Utamakan Pengisian Jerigen BBM Pertalite Bersubsidi, SPBU Kolor Dikeluhkan Masyarakat.

Sebarkan artikel ini

 

SUMENEP,Globalindo.net – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite kembali kerap kehabisan stok di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak awal Agustus 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (04/08/2026), SPBU di Desa Kolor, kerap dipadati antrean panjang pada pagi hingga malam hari. Stok pertalite di SPBU tersebut sering habis.

Salah satu warga Sumenep, Rasyid mengaku sejak beberapa hari dirinya mengaku kesulitan mendapatkan BBM, bahkan sudah mendatangi beberapa SPBU yang ada di Kecamatan Kota Sumenep, semuanya kosong.

Ironinya, kondisi tersebut dipicu oleh pelayanan pengisian BBM jenis Pertalite bersubsidi menggunakan jerigen yang terus dilakukan, dimana dari pantauan di lapangan di pagi hari sudah banyak antrian jerigen sehingga pengendara sepeda motor harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.

Menurutnya Rasyid, pembawa jerigen diduga lebih diprioritaskan dibandingkan masyarakat yang mengantre menggunakan kendaraan.

“Ini yang membuat antrean panjang. Pembawa jerigen selalu diutamakan, sementara saya yang mau perjalanan berangkat kerja harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite,” tegasnya.

Ia berharap pengelola SPBU lebih mengutamakan pelayanan kepada kendaraan yang mengantre, terutama masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Karena apabila pengisian menggunakan jerigen terus dilayani tanpa pengaturan yang jelas, maka antrean kendaraan akan terus terjadi dan merugikan pengguna jalan lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Dadang Deddy Iskandar, menegaskan bahwa kekosongan stok bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM bersubsidi. Menurutnya, kondisi itu lebih dipicu oleh banyaknya konsumen yang beralih dari Pertamax ke Pertalite.

“Itu bukan langka, tetapi memang karena peralihan dari yang sebelumnya menggunakan Pertamax jadi banyak menggunakan Pertalite,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kuota bulanan yang ditetapkan Pertamina untuk Kabupaten Sumenep tidak mengalami perubahan sejak awal tahun, meski jumlah kuota antarbulan memang bervariasi

“Kuota untuk Kabupaten Sumenep tidak ada yang berubah, tapi memang setiap bulannya kuota itu beda-beda,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Kolor, terkait dugaan pelayanan pengisian Pertalite bersubsidi menggunakan jerigen tersebut.

PEWARTA : WAWAN

Tinggalkan Balasan