SUMENEP, Globalindo.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Madura, Said Abdullah, menyalurkan dana resesnya guna mendukung perbaikan dan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya angka perumahan yang belum memenuhi standar kelayakan di wilayah Madura secara umum.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), persentase rumah layak huni di wilayah Madura baru mencapai sekitar 71 persen dan Angka tersebut mengindikasikan bahwa masih terdapat sekitar 29 persen hunian warga yang kondisinya belum memenuhi syarat keamanan, kesehatan, dan kenyamanan untuk ditinggali sehari-hari.
Persoalan ketersediaan hunian layak ini pun masih menjadi tantangan besar secara nasional, Tercatat terdapat sekitar 43,3 juta rumah tangga di Indonesia yang masih menempati rumah tidak layak huni, sementara tumpukan kekurangan penyediaan hunian atau backlog perumahan secara nasional mencapai angka sekitar 15 juta unit.
Dalam penyaluran kali ini, Said Abdullah yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyampaikan bahwa bantuan renovasi rumah tersebut disalurkan kepada warga yang tersebar di 19 dusun dalam lima desa yang berada di wilayah Kecamatan Talango.
Kesembilan belas dusun yang menerima manfaat antara lain Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, serta Dusun Sarotak.

“Program renovasi rumah dari uang reses DPR saya salurkan kepada lima desa di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Penyampaian ini sekaligus sebagai bentuk pelaporan kepada publik dan pertanggungjawaban saya sebagai anggota DPR yang mendapatkan amanah langsung dari masyarakat Madura,” ujar Said Abdullah dalam keterangan persnya, Rabu (22/7/2026).
Said menegaskan kembali bahwa pangan, sandang, dan papan adalah tiga kebutuhan dasar manusia yang sekaligus menjadi indikator utama tingkat kesejahteraan masyarakat. Negara, melalui perwakilan rakyatnya, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat memenuhi kebutuhan dasar tersebut, termasuk memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
“Rumah bukan sekadar bangunan tempat berteduh semata, melainkan ruang di mana setiap keluarga menorehkan perjalanan hidup, menyimpan kenangan, serta mengukir harapan-harapan masa depan. Namun sayangnya, karena keterbatasan ekonomi yang masih dialami sebagian besar masyarakat, masih banyak saudara kita yang terpaksa tinggal di hunian yang tidak layak,” ungkapnya.
Agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh pihak yang paling membutuhkan, Said menjelaskan bahwa prioritas diberikan kepada kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 3, yaitu kelompok sangat miskin, miskin, dan hampir miskin.
Sebelum bantuan diserahkan, tim lapangan telah turun lebih awal untuk melakukan verifikasi mendalam guna memastikan kondisi fisik rumah serta kelayakan calon penerima sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain bantuan dana tunai untuk perbaikan bangunan, tim pendamping juga akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan agar proses renovasi berjalan sesuai rencana dan mencapai hasil yang diharapkan.
“Sebagai wakil rakyat yang mendapat kepercayaan dari masyarakat Madura, saya merasa memiliki kewajiban moral dan tugas untuk ikut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup saudara-saudara kita. Melalui dana reses ini, kami berharap semakin banyak keluarga yang akhirnya dapat tinggal di rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk menumbuhkan harapan baru bagi masa depan mereka,” pungkas Said Abdullah.”
Pewarta: HR-EKA












