Berita utamaTerbaru

Abaikan Etika Publik, Pejabat Eksekutif dan Legislatif di Sumenep Pertontonkan Drama Tak Layak Jual

45
×

Abaikan Etika Publik, Pejabat Eksekutif dan Legislatif di Sumenep Pertontonkan Drama Tak Layak Jual

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Sikap tegas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep yang menyatakan mosi tidak percaya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Dwi Saputro dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 sepert drama korea.
Sehingga,menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Salah satunya datang dari kalangan aktivis muda di wilayah Sumenep yang mempertanyakan dinamika di balik peristiwa tersebut.

Menurut wawan salah satu aktivis muda yang menyampaikan pandangannya, situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat luas. Pasalnya, Sekda diketahui merupakan orang kepercayaan sekaligus penunjang utama kinerja Bupati Sumenep. Lebih jauh lagi, Bupati dan Ketua DPRD Sumenep justru berasal dari partai politik yang sama.

“Sekda itu kan orangnya Bupati, sementara Bupati dan Ketua Dewan sendiri itu satu partai yang sama. Terus apa sebenarnya maksud dari semua ini?” Apakah pejabat ini sedang memainkan sebuah pertunjukan Komedi,ujar aktivis muda tersebut dengan nada kecewa, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan, di tengah kondisi ekonomi masyarakat Sumenep yang masih belum stabil dan banyak warga yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, rakyat justru disuguhi dinamika yang dianggap seperti pertunjukan Komedi.

“Tolong kami sebagai rakyat Sumenep. Janganlah kami diberi tontonan yang persis seperti pertunjukan lodruk semacam ini, apalagi ditengah situasi ekonomi masyarakat yang masih belum baik-baik saja dan butuh perhatian serius dari pemimpin,” imbuhnya.

Warga berharap seluruh elemen pemimpin daerah, baik dari eksekutif maupun legislatif, dapat menyingkirkan kepentingan kelompok atau citra semata. Masyarakat lebih menantikan keseriusan dan kerjasama yang erat untuk menyusun anggaran daerah yang tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan nyata warga Sumenep, terutama dalam memulihkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan umum.

Karena bila semua terus seperti ini, kita akan bangun di suatu pagi dan mendapati bahwa Kabupaten Sumenep ini masih sama, hanya lebih bising, lebih dangkal, dan lebih mudah ditipu.Seperti menyalakan kembang api di tengah kebakaran hutan, indah, tapi menipu pandangan.

Kalau tidak, kita akan terus menjadi penonton dalam panggung Lodrok para penjabat Kabupaten Sumenep yang lucu ini tertawa pahit, menangis dalam diam, sambil terus bertanya kapan drama ini akan berakhir?

PEWARTA : HR

Tinggalkan Balasan