JakartaBerita utama

Hari Pers Dunia 2026: Komaruddin Hidayat Tekankan Peran Strategis Media Cegah Disinformasi

19
×

Hari Pers Dunia 2026: Komaruddin Hidayat Tekankan Peran Strategis Media Cegah Disinformasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Globalindo.net – Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day) tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh insan pers di Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen. Momentum ini dijadikan wadah untuk menjaga kebebasan berpendapat sekaligus membangun peradaban yang damai dan berkeadilan.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan belaka. Lebih dari itu, ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar media dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus disrupsi digital dan informasi bohong.

“Pers berkualitas bukan hanya penyampai berita, tetapi instrumen penting dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Komaruddin dalam keterangan resminya.

Tahun ini, peringatan mengusung tema “Pers Berkualitas untuk Masa Depan yang Damai dan Adil”. Komaruddin menilai bahwa media memiliki peran yang sangat strategis, terutama sebagai penjernih informasi di tengah maraknya polusi dan manipulasi berita yang berpotensi memecah belah dan memicu konflik sosial.

Menurutnya, tanpa adanya informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, mustahil akan tercipta perdamaian yang berkelanjutan. Oleh karena itu, menjaga kualitas pers merupakan investasi nyata bagi masa depan bangsa.

“Demokrasi tidak akan berjalan sehat tanpa pers yang berkualitas. Jika media kehilangan integritas, maka ruang publik akan dipenuhi disinformasi yang merusak tatanan kehidupan,” ujarnya.

Komaruddin juga menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam menjaga kebebasan pers. Hal ini sejalan dengan agenda UNESCO yang akan menggelar konferensi internasional pada tanggal 4–5 Mei mendatang di Zambia. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas tren kebebasan berekspresi serta tantangan media global yang semakin kompleks.

“Isu yang dibahas di tingkat global juga menjadi perhatian kita di Indonesia. Tantangan terhadap kebebasan pers terus ada, namun kita tidak boleh menggadaikan integritas jurnalistik demi kepentingan sesaat,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Komaruddin Hidayat mengajak seluruh insan pers Indonesia untuk terus menjaga profesionalisme dan menjadikan pers sebagai pilar utama dalam memperkuat demokrasi.

“Marilah kita buktikan bahwa pers Indonesia mampu menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2026 ini diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa kebebasan pers bukan hanya sekadar hak, melainkan juga tanggung jawab besar dalam menjaga kebenaran dan kepentingan publik.”

Pewarta: HR-Eka

Tinggalkan Balasan