PolitikBekasiBerita

Pilkades Labansari 2026 Diprediksi Sengit, Tiga Figur Siap Berebut Kepercayaan Warga

20
×

Pilkades Labansari 2026 Diprediksi Sengit, Tiga Figur Siap Berebut Kepercayaan Warga

Sebarkan artikel ini

KAB. BEKASI, Peta persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, periode 2026–2034 mulai menghangat. Tiga figur telah menyatakan kesiapan untuk bertarung memperebutkan kepercayaan masyarakat dalam kontestasi yang dijadwalkan berlangsung pada **20 September 2026.

Sorotan publik tertuju pada Deni Yogaswara, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Desa. Ia maju sebagai bakal calon dengan membawa estafet kepemimpinan yang telah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun atau tiga periode, di bawah kepemimpinan ayahnya yang masih menjabat sebagai Kepala Desa Labansari.

Namun, upaya melanjutkan kepemimpinan tersebut dipastikan tidak akan berjalan mulus. Dua tokoh masyarakat lainnya, Nurdin Hayat, Amd.Kep dan Ahmad Yani, telah resmi menyatakan diri siap bertarung, sehingga persaingan diprediksi berlangsung ketat dan kompetitif.

Kehadiran tiga figur dengan latar belakang berbeda memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat. Di satu sisi terdapat sosok yang dinilai memahami roda pemerintahan desa dari dalam, sementara di sisi lain hadir dua calon yang menawarkan semangat perubahan, inovasi, serta tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan berpihak kepada masyarakat.

Nurdin Hayat mengusung visi “Bersama Kita Bangun Desa yang Maju, Transparan, dan Berdaya Saing.” Ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa.

“Persaingan adalah hal yang wajar dan justru memperkaya pilihan bagi warga. Amanah dan kepercayaan masyarakat adalah tanggung jawab suci yang harus dijalankan dengan kerja nyata, keterbukaan, serta mengutamakan kepentingan bersama,”* ujar Nurdin Hayat.

Sementara itu, Ahmad Yani, yang memiliki pengalaman sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Pengalaman selama berada di BPD mengajarkan saya banyak hal, terutama bagaimana mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan mengawal kebijakan agar benar-benar berpihak kepada warga. Jika diberikan amanah, saya ingin memastikan pembangunan dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,”* ungkap Ahmad Yani.

Hingga saat ini, tahapan Pilkades masih berada pada proses **pemutakhiran data pemilih**. Panitia bersama pemerintah desa terus melakukan validasi data guna memastikan seluruh warga yang memenuhi syarat dapat menggunakan hak pilihnya.

Masyarakat Desa Labansari diharapkan berpartisipasi aktif pada hari pemungutan suara 20 September 2026 dengan menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab. Pilkades bukan sekadar memilih seorang kepala desa, tetapi juga menentukan arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, serta masa depan Desa Labansari untuk delapan tahun mendatang.

Dengan semakin menghangatnya dinamika politik desa, Pilkades Labansari 2026 diprediksi akan menjadi salah satu kontestasi yang menarik untuk disaksikan. Siapa pun yang nantinya memperoleh mandat rakyat diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menghadirkan pemerintahan desa yang transparan, adil, serta berorientasi pada kesejahteraan bersama.

( Biro Bekasi )

Tinggalkan Balasan