Beranda

Dugaan Parkir Liar Mie Gacoan Sumenep Anwar Pasang Badan dan Tantang Wartawan

195
×

Dugaan Parkir Liar Mie Gacoan Sumenep Anwar Pasang Badan dan Tantang Wartawan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Pasca viralnya pemberitaan mengenai dugaan praktik parkir liar yang beroperasi di bahu jalan depan gerai Mie Gacoan Sumenep, muncul sosok yang diduga berusaha membelalakkan mata atau pasang badan atas persoalan tersebut.

Seorang pria tersebut bernama Anwar yang diketahui masih orangnya Bupati. Ia menghubungi wartawan Globalindo.net melalui pesan WhatsApp dengan nada bicara songong dan terkesan menantang wartawan.

Dalam percakapan yang terekam, Anwar menyampaikan pernyataan tegas bahwa lokasi yang selama ini dipakai untuk parkir liar itu merupakan milik atau wilayah penguasaan seseorang bernama Rausi. Ia seolah memberi batasan supaya wartawan globalindo.net tidak memberitakan parkir liar tersebut.

“ Silahkan tulis beritanya, yang penting saya sudah ngasih tahu bahwa itu milik Rausi,” ucap Anwar dengan nada yang terkesan merendahkan dan mentang mentang orang Bupati.

Tak berhenti di situ, pria tersebut juga mengeluarkan pernyataan yang dinilai sangat menantang dan seolah tidak peduli dengan aturan hukum maupun ketertiban umum. Saat wartawan mencoba menanyakan kejelasan status lahan maupun izin pengelolaan, Anwar justru menjawab singkat dan bernada songong.

“Terserah mau diapakan,” tulisnya dalam pesan lanjutan.

Pernyataan tersebut memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat maupun awak media, karena ia diketahui masih orangnya Bupati.

Padahal, lahan yang dipermasalahkan itu jelas-jelas merupakan aset jalan raya atau bahu jalan yang seharusnya bebas dari pungutan liar maupun penguasaan sepihak.

Sebelumnya, persoalan parkir di kawasan depan Mie Gacoan ini sudah menjadi sorotan tajam publik. Warga ramai-ramai melaporkan bahwa lahan parkir yang disediakan gerai tersebut sangat terbatas, sehingga kendaraan pengunjung memadati bahu jalan hingga ke badan jalan utama. Keadaan ini membuat arus lalu lintas di simpang strategis tersebut kerap tersendat, macet, dan berisiko kecelakaan.

Kritik tajam juga ditujukan kepada manajemen Mie Gacoan yang dinilai membiarkan ruang publik dikuasai pihak tertentu demi menampung pengunjung, tanpa memikirkan dampak kemacetan dan ketidaknyamanan pengguna jalan lain. Warga pun telah meminta Dinas Perhubungan dan Satpol PP segera turun tangan melakukan penertiban serta menindak tegas praktik parkir liar tersebut.

Kini, munculnya sosok yang berani pasang badan dan berbicara dengan nada menantang semakin memperkuat dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang merasa berhak menguasai ruang publik untuk kepentingan pribadi. Masyarakat berharap aparat terkait tidak hanya menertibkan parkirannya, tetapi juga menindak tegas pihak yang merasa memiliki wilayah jalan umum tersebut serta berani menantang wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Terkait hal itu, Rausi yang disebut namamya oleh Anwar, membenarkan bahwa gerai mie gacoan itu miliknya.

” Gerai itu milik saya,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan masih belum ada tanggapan dari instansi terkait mengenai klaim kepemilikan atas bahu jalan tersebut.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan