JAWA TIMURBerandaSumenep

Lapas Kelas III Arjasa Kangean Berikan Layanan Sepenuh Hati, Inovasi Hingga Pembinaan Mandiri

20
×

Lapas Kelas III Arjasa Kangean Berikan Layanan Sepenuh Hati, Inovasi Hingga Pembinaan Mandiri

Sebarkan artikel ini
Sumenep:

SUMENEP,Globalindo.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Arjasa yang berlokasi di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik dan sepenuh hati, baik bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun bagi para warga binaan itu sendiri. Pelayanan ini mencakup sosialisasi hak-hak, inovasi sistem kunjungan, hingga program pembinaan keterampilan dan keagamaan yang terstruktur.

Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Ristanto Rachmad Hidayat, S.Kom., menjelaskan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh kepada keluarga WBP terkait hak-hak yang dimiliki dalam proses pengurusan integrasi. Sosialisasi ini disampaikan secara langsung agar keluarga turut memahami dan mendukung proses pembinaan yang dijalankan di dalam lembaga.

“Sosialisasi yang kami berikan menyangkut proses integrasi, meliputi Cuti Bersyarat (CB), Pembebasan Bersyarat (PB), hingga program Asimilasi. Hal ini penting agar keluarga mengetahui hak dan kewajiban, serta dapat membantu kelancaran administrasi pengurusannya,” ujar Ristanto saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).

Tak hanya itu, pihak Lapas juga terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengunjung. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah sistem kunjungan berbasis daring melalui situs resmi. Melalui platform ini, masyarakat dan keluarga WBP tidak hanya bisa melakukan kunjungan jarak jauh, tetapi juga dapat berinteraksi secara aktif.

“Melalui website kami, pengunjung bisa menyampaikan komentar, masukan, pertanyaan, maupun keluhan. Segala tanggapan yang masuk akan kami kaji dan jadikan bahan evaluasi untuk terus menyempurnakan standar layanan yang kami berikan. Jadi, layanan daring ini bukan sekadar sarana kunjungan, melainkan juga wadah komunikasi terbuka,” tambahnya.

Sementara untuk pelayanan langsung kepada WBP, Lapas Arjasa menyiapkan beragam program pembinaan yang dirancang untuk membentuk kemandirian dan memperkuat nilai keimanan. Berbagai keterampilan diajarkan agar para warga binaan memiliki bekal hidup saat nanti kembali ke tengah masyarakat.

Program pembinaan yang berjalan meliputi keterampilan jasa seperti pencucian pakaian (laundry), serta keterampilan produksi dan pertanian seperti peternakan, budidaya pertanian, pembuatan fermentasi pakan ternak, sistem tanam hidroponik, hingga budidaya ikan lele di kolam. Selain keterampilan fisik, pembinaan kerohanian juga menjadi pilar utama yang dijalankan secara rutin.

“Semua kegiatan ini kami susun dengan tujuan agar WBP memiliki keterampilan yang memadai serta keimanan yang kokoh. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat, mereka bisa hidup mandiri, bermanfaat, dan tidak lagi terjerat dalam tindakan yang melanggar hukum,” tegas Ristanto.

Guna memastikan kualitas dan keberlanjutan program, Lapas Arjasa juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak terkait. Salah satunya adalah pendampingan teknis dari dinas atau instansi pertanian setempat, guna memberikan bimbingan yang tepat dan sesuai standar usaha tani maupun peternakan.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra, termasuk koperasi internal pemasyarakatan yakni Inkopasindo. Langkah ini bertujuan agar hasil karya dan produk yang dihasilkan dari usaha para WBP dapat terserap, dipasarkan, dan bernilai ekonomi, sehingga menjadi motivasi nyata bagi mereka untuk berubah dan berkarya.”

Pewarta:HR

Tinggalkan Balasan