JAWA TIMURSumenep

Katimker Sumenep Lakukan Monev Pembibitan Kelapa dan Ranges, Dukung Hilirisasi di Batang-Batang

22
×

Katimker Sumenep Lakukan Monev Pembibitan Kelapa dan Ranges, Dukung Hilirisasi di Batang-Batang

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep melakukan kegiatan pemantauan dan evaluasi (monev) langsung ke lokasi pembibitan kelapa dan tanaman ranges di Kecamatan Batang-Batang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas bibit sekaligus memperkuat program hilirisasi komoditas kelapa yang menjadi prioritas pengembangan perkebunan daerah .

Pemantauan dilakukan di penangkaran bibit yang menjadi salah satu pusat penyediaan benih unggul di wilayah tersebut. Tim meninjau langsung proses pembibitan, pertumbuhan tanaman, hingga penerapan standar teknis yang diterapkan petani penangkar. Selain kelapa, tim juga meninjau perkembangan pembibitan tanaman ranges, sebagai pendukung keanekaragaman komoditas perkebunan yang berpotensi dikembangkan di lahan kering dan marjinal khas Sumenep.

Katimker Sumenep menegaskan, langkah ini sangat krusial mengingat Sumenep merupakan daerah dengan populasi kelapa terbesar di Jawa Timur. Program hilirisasi yang digagas pemerintah tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah produksi, tetapi memastikan rantai nilai dari hulu ke hilir berjalan baik, dimulai dari ketersediaan bibit berkualitas, budidaya tepat, hingga pengolahan hasil menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Pembibitan adalah kunci utama. Jika bibitnya unggul, perawatannya benar, maka hasil panennya maksimal dan kualitasnya terjamin. Ini pondasi agar nanti saat masuk ke tahap pengolahan, bahan baku yang dihasilkan memenuhi standar industri,” ujar Katimker.

Ia menjelaskan, Kecamatan Batang-Batang dipilih sebagai salah satu pusat pengembangan karena memiliki lahan yang cocok dan petani yang sudah berpengalaman dalam pembibitan. Di lokasi ini, selain memproduksi bibit kelapa dalam dan kelapa genjah, juga dikembangkan pembibitan ranges yang dinilai cocok beradaptasi dengan kondisi tanah setempat dan memiliki nilai jual cukup baik.

Hingga saat ini, ketersediaan bibit kelapa di lokasi tersebut dinilai cukup memadai dan siap disalurkan untuk kebutuhan peremajaan tanaman tua maupun perluasan areal tanam baru. Tim juga memastikan seluruh proses pembibitan telah mengikuti pedoman teknis agar bebas dari penyakit dan memiliki daya tumbuh tinggi.

“Kami juga mendorong petani penangkar agar terus berinovasi dan menjaga kualitas, karena permintaan bibit kelapa terus meningkat seiring program peremajaan yang berjalan. Begitu juga dengan ranges, kami lihat potensinya cukup besar dan bisa menjadi alternatif tanaman selingan,” tambahnya.

Kegiatan monev ini sekaligus mensinkronkan data ketersediaan bibit dengan kebutuhan di lapangan, serta memberikan bimbingan teknis langsung kepada petani. Diharapkan, melalui penguatan di sektor hulu ini, program hilirisasi kelapa berjalan lancar, menghasilkan produk turunan seperti minyak goreng, VCO, gula kelapa, hingga olahan limbah, yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Sumenep secara luas,”

Pewarta: HR-EKA

Tinggalkan Balasan