JAWA TIMURSumenep

BSN Kenang Jejak Sejarah: Warga NU Ganding Sumenep Pernah Dorong Bung Karno Naik Haji

33
×

BSN Kenang Jejak Sejarah: Warga NU Ganding Sumenep Pernah Dorong Bung Karno Naik Haji

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Organisasi Banteng Sakera Nahdliyin (BSN) kembali menyoroti dan mengenang sejarah berharga yang tumbuh dari akar masyarakat Kabupaten Sumenep. Salah satu catatan sejarah yang kini kembali diangkat adalah peran warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ganding yang pada masanya secara aktif mendorong dan mendukung Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Sejarah ini tercatat jelas dalam dokumen resmi Berita LINO Nomor 5 Tahun II Tahun 1953. Dalam catatan tersebut, tertulis bahwa warga NU Ganding saat itu begitu besar perhatiannya kepada Sang Proklamator. Bahkan, mereka secara sukarela membentuk sebuah organisasi bernama “Panitia Pemberangkatan Naik Haji Presiden”, yang diketuai oleh tokoh setempat, Raden H. Ahmad Saleh Walykrama. Tidak hanya sekadar mengajukan gagasan, warga juga bertekad mengumpulkan dana melalui sistem iuran sukarela, guna membantu meringankan biaya keberangkatan Bung Karno menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Wakil Bidang Keagamaan dan Kerohanian BSN, KR. M. Arya Rusli, menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi bukti nyata kedekatan emosional yang sangat kuat antara Bung Karno dengan warga Nahdliyin, khususnya di wilayah Madura. Bagi Arya, sejarah ini bukan sekadar cerita masa lalu yang kering maknanya, melainkan ingatan kolektif bangsa yang wajib terus dijaga, disampaikan, dan dirawat.

“Ini bukan sekadar cerita lama yang selesai diceritakan. Ini adalah bukti sejarah tentang hubungan akrab, saling menghormati, dan saling mendukung antara Bung Karno dengan warga NU. Ingatan seperti ini harus terus dijaga, karena di dalamnya tersimpan semangat persatuan bangsa yang kokoh antara nilai kebangsaan dan nilai keagamaan,” ujar Arya Rusli saat menyoroti sejarah tersebut, Senin (11/5/2026).

Ia menambahkan, masyarakat Nahdliyin di Pulau Madura, dan khususnya di Sumenep, sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga masa awal berdirinya negara, memang memiliki ikatan batin yang kuat dengan sosok Bung Karno. Bagi warga setempat, Bung Karno bukan hanya pemimpin negara, melainkan tokoh yang sangat menghargai kearifan lokal dan nilai-nilai agama yang dipegang teguh masyarakat.

Sementara itu, Ketua BSN, Maryono, menilai penggalian dan pengenalan kembali sejarah ini sangat penting dilakukan, terutama kepada generasi muda saat ini. Tujuannya agar generasi penerus tidak melupakan jejak langkah para pendahulu yang mampu menyatukan semangat beragama dan semangat bernegara dalam satu irama yang harmonis.

“Dari sejarah Ganding ini kita belajar, bahwa semangat nasionalisme dan semangat religiusitas itu pernah berjalan beriringan, saling menguatkan, dan tidak bertentangan. Itulah nilai luhur yang ingin terus kami rawat dan wariskan melalui organisasi BSN,” tegas Maryono.

Diketahui, dua tahun setelah surat dan inisiatif warga NU Ganding itu disampaikan, keinginan dan harapan masyarakat tersebut akhirnya terwujud. Tercatat dalam sejarah, Ir. Soekarno akhirnya berangkat dan menunaikan ibadah haji pada tanggal 18 Juli 1955. Peristiwa ini kemudian menjadi satu bab berharga yang membuktikan betapa dekatnya hubungan antara pemimpin bangsa dengan masyarakat agamis di daerah, serta betapa kuatnya akar persatuan yang tumbuh dari rakyat.”

Pewarta: Eka-HR

Tinggalkan Balasan