Jakarta

Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas, Gus Ipul: Bansos dan Pemberdayaan Harus Berjalan Seiring

28
×

Dukung Kemandirian Penyandang Disabilitas, Gus Ipul: Bansos dan Pemberdayaan Harus Berjalan Seiring

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,Globalindo.net – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen kuat Kementerian Sosial (Kemensos) dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas beserta keluarga mereka. Dukungan ini tidak hanya dilakukan melalui pemberian bantuan sosial (bansos), tetapi juga melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam pertemuan dengan Perkumpulan Orang Tua dan Anak Disabilitas Anak Indonesia (PORTADIN). Dalam kesempatan tersebut, ia mendengarkan langsung aspirasi serta berdialog intensif mengenai kebutuhan mendesak bagi keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas.

“Kami memberikan dukungan penuh bagi kemandirian penyandang disabilitas, anak-anak mereka, dan orang tua yang merawat. Dukungan ini kami wujudkan melalui skema bantuan sosial maupun program pemberdayaan yang menyentuh langsung ke akar masalah,” ujar Gus Ipul, seperti dikutip dari laman resmi Kemensos RI.

Gus Ipul menyadari bahwa merawat anak dengan disabilitas membutuhkan pengorbanan yang sangat besar, baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian.

Salah satu bentuk dukungan yang digencarkan adalah pemberian bantuan permodalan. Bantuan ini diberikan khususnya untuk membantu ekonomi keluarga yang merawat anak disabilitas, agar beban hidup yang mereka tanggung setiap harinya dapat sedikit terangkat.

“Kami melihat besarnya kebutuhan biaya, waktu, dan tenaga yang harus dikeluarkan oleh keluarga. Oleh karena itu, bantuan permodalan dapat diberikan untuk membantu mereka agar tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan perawatan,” tegasnya.

Tidak Sekadar Bansos, tapi Dukungan Usaha Berkelanjutan,
Mensos Gus Ipul juga menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan Kemensos tidak bersifat parsial atau hanya memberi bantuan yang habis sekali pakai. Pemerintah ingin memastikan bahwa bantuan tersebut memiliki nilai guna yang panjang dan mampu mengubah nasib keluarga secara menyeluruh.

“Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat bantuan sosial (bansos) yang sifatnya sementara, tetapi juga dukungan usaha agar berkelanjutan. Sehingga, mereka bisa memiliki penghasilan sendiri dan mandiri ke depannya,” imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Dalam penyalurannya, Kemensos menerapkan prinsip ketepatan sasaran dan keadilan. Bantuan dan program pemberdayaan difokuskan bagi keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penentuan ini dilakukan melalui proses asesmen atau pendataan yang mendalam untuk memastikan bahwa yang menerima adalah mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Sementara bagi keluarga yang dinilai sudah berkecukupan, dukungan yang diberikan lebih kepada penguatan regulasi dan perlindungan hukum agar hak-hak penyandang disabilitas tetap terjamin dan terlindungi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PORTADIN, Hendratmoko, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan nyata yang diberikan oleh Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Gus Ipul.

Menurutnya, langkah ini sangat membantu meringankan beban ribuan keluarga di seluruh Indonesia yang memiliki anak disabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kemensos. Ini sangat berarti bagi kami dan keluarga kami. Harapan kami, bantuan dan perhatian ini bisa terus berlanjut dan semakin ditingkatkan ke depannya demi kesejahteraan penyandang disabilitas di Indonesia,” tutup Hendratmoko.”

Pewarta: Eka-HR

Tinggalkan Balasan