SumenepBerita

Pertalite Langka di Sapeken, Harga Tembus Rp28.000 per Liter, Ketua MP3S dan Warga Minta Pengawasan Ketat

110
×

Pertalite Langka di Sapeken, Harga Tembus Rp28.000 per Liter, Ketua MP3S dan Warga Minta Pengawasan Ketat

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali melanda wilayah kepulauan Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Tidak hanya sulit didapatkan, harga yang beredar di masyarakat pun melambung sangat tinggi, jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (7/4/2026), harga Pertalite yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) justru tembus hingga Rp28.000 per liter. Angka ini jauh melampaui harga standar, yang tentu saja sangat memberatkan perekonomian masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan dan pelaku usaha kecil.

Kondisi ini memicu keluhan dan keresahan mendalam. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar yang menjadi kebutuhan utama untuk aktivitas transportasi dan operasional kerja.

Merespons kondisi tersebut, Ketua MP3S musahnan yang dihubungi terpisah juga menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, fenomena kelangkaan disertai lonjakan harga yang tidak wajar ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut.

“Wajib ada pengawasan menyeluruh mengenai distribusi BBM yang ada di kepulauan ini,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan seiring dengan dugaan bahwa kelangkaan yang terjadi bukan semata-mata karena keterbatasan pasokan, namun diduga kuat berkaitan dengan pola distribusi yang tidak berjalan sesuai aturan, bahkan ada indikasi permainan oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.

Masyarakat dan berbagai elemen berharap agar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama pihak terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta instansi penegak hukum dapat segera turun tangan. Diperlukan pengawasan yang ketat hingga ke tingkat pengecer agar pasokan BBM kembali lancar dan harga bisa kembali berada di titik wajar.”

Pewarta:HR