JAWA TIMURSumenep

Ancam Permukiman, Warga Pulau Mamburit Minta Pemerintah Bangun Tanggul Laut

182
×

Ancam Permukiman, Warga Pulau Mamburit Minta Pemerintah Bangun Tanggul Laut

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Ancaman gelombang laut ekstrem kembali menghantui warga Pulau Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Dalam beberapa hari terakhir, ombak besar dilaporkan hampir menerjang permukiman warga yang berada di pesisir, memicu kekhawatiran serius akan keselamatan jiwa dan kerusakan rumah.

Cuaca yang tidak bersahabat disertai gelombang tinggi membuat warga hidup dalam waswas. Tanpa adanya tanggul laut atau pelindung pantai, air laut dengan mudah mendekati bahkan nyaris masuk ke rumah-rumah warga, terutama saat malam hari dan pasang tinggi.

Seorang pemuda asli Pulau Mamburit menyampaikan bahwa kondisi ini sudah tidak bisa dianggap sepele. Ia mewakili suara warga meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui dinas terkait segera merealisasikan pembangunan tanggul laut sebagai langkah perlindungan nyata bagi masyarakat pesisir.

“Gelombang sekarang sangat ekstrem. Air laut hampir masuk ke rumah warga. Kami mohon pemerintah segera bertindak sebelum terjadi hal-hal yang membahayakan,” ujarnya.

Warga juga berharap kepala desa beserta aparat desa dan dusun tidak berhenti pada pendataan semata, melainkan aktif menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan menyampaikannya secara resmi ke tingkat kecamatan dan kabupaten.

Menurut warga, posisi kepala desa sangat menentukan dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat kepulauan, terlebih dalam kondisi darurat seperti yang kini dihadapi Pulau Mamburit.

“Kami berharap kepala desa benar-benar memikirkan nasib warganya. Ini soal keselamatan, bukan sekadar pembangunan biasa,” tegasnya.

Warga Pulau Mamburit menilai pembangunan tanggul laut merupakan kebutuhan mendesak, bukan lagi rencana jangka panjang. Tanpa perlindungan pesisir yang memadai, ancaman abrasi dan gelombang ekstrem dikhawatirkan akan terus menggerus wilayah permukiman dan membahayakan kehidupan masyarakat setempat.

Masyarakat berharap aspirasi ini segera direspons dengan langkah konkret, agar Pulau Mamburit tidak terus berada dalam bayang-bayang ancaman laut setiap kali cuaca ekstrem melanda.

pewarta(Sigit)