Beranda

Dua Siswi SDN Giring III Harumkan Nama Sumenep di Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Timur

169
×

Dua Siswi SDN Giring III Harumkan Nama Sumenep di Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Kabupaten Sumenep. Dua siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Giring III berhasil mengharumkan nama sekolah sekaligus daerahnya di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025.

Kedua siswi berprestasi tersebut adalah Nurul Amaliyah, yang sukses meraih Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Bahasa Madura, dan Qonita Lillahi H, yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Mendongeng Bahasa Madura. Capaian gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Sumenep memiliki kemampuan luar biasa dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah, khususnya Bahasa Madura.

Kepala SDN Giring III, dalam keterangannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada kedua siswinya. Ia menuturkan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, terutama dalam bidang bahasa dan sastra daerah.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak kami. Kami juga berterima kasih kepada guru pembimbing yang telah mendampingi dan memberikan bimbingan intensif hingga mampu mencapai tingkat provinsi,” ujarnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Kegiatan ini meliputi berbagai lomba seperti menulis cerpen, puisi, mendongeng, pidato, dan seni bertutur dalam bahasa daerah.

Melalui ajang ini, peserta didorong untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa ibu sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Nurul Amaliyah mengaku tidak menyangka akan meraih juara pertama di tingkat provinsi. Dengan senyum bangga, ia mengatakan bahwa kemenangannya menjadi dorongan untuk terus menulis karya-karya berbahasa Madura. “Saya ingin terus belajar dan menulis cerita-cerita yang bisa membuat orang lain bangga terhadap Bahasa Madura,” katanya.

Sementara itu, Qonita Lillahi H yang meraih juara ketiga lomba mendongeng juga menyampaikan rasa syukurnya. Ia berharap pengalamannya ini bisa menginspirasi teman-teman lain untuk tidak takut menampilkan kemampuan di bidang sastra daerah.

Keberhasilan dua siswi SDN Giring III ini menjadi bukti bahwa sekolah di pelosok pun mampu bersaing di tingkat provinsi. Dengan semangat dan dukungan dari para guru serta orang tua, mereka berhasil menunjukkan bahwa bahasa daerah bukan sekadar pelajaran, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa.”

Pewarta: HR