Sabuntan – Di tengah desiran ombak dan semilir angin laut, semangat kemerdekaan bergelora tanpa ragu di Desa Sabuntan, sebuah desa kecil nan tangguh di ujung timur Kecamatan Sapeken. Meskipun harus menempuh perjalanan laut sekitar satu jam untuk menjangkau pusat kecamatan, semangat warga Sabuntan dalam menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia tidak pernah surut — justru kian menyala.
Ahmad Rasyid, Kepala Desa Sabuntan, menjadi motor penggerak semangat itu. Di tengah keterbatasan geografis, ia tak henti meniupkan semangat cinta tanah air kepada seluruh warganya. “Mengisi kemerdekaan dengan suka cita adalah bukti nyata cinta kepada ibu pertiwi,” ujarnya dengan mata berbinar.
Dimulai sejak tanggal 1 Agustus 2025, pulau kecil ini telah hidup dalam suasana pesta rakyat. Berbagai kegiatan lomba digelar, bukan sekadar seremonial, melainkan simbol bahwa kemerdekaan dirayakan dengan karya, keringat, dan kebersamaan. Dari balap perahu tradisional yang menantang nyali di tengah gelombang, lomba mancing cumi yang menggambarkan kearifan lokal, hingga futsal dan tarik tambangyang menumbuhkan sportivitas dan solidaritas antar warga.

Tak ketinggalan, jalan sehat pun diadakan—sebuah langkah kecil namun bermakna dalam merawat tubuh dan menjalin kebersamaan. Semua itu membuktikan, bahwa meski Sabuntan berada jauh dari daratan utama, namun semangatnya tak pernah kalah, tak pernah padam.
Sabuntan bukan sekadar pulau; ia adalah potret kecil Indonesia. Tempat di mana perjuangan dan cinta tanah air masih hidup dalam bentuk paling murni. Dari balik debur ombak dan terpaan matahari, masyarakat Sabuntan membuktikan bahwa kemerdekaan bukan sekadar tanggal, melainkan semangat yang dirayakan dengan sepenuh jiwa.
Di tengah gugusan pulau-pulau kecil yang menaungi Kecamatan Sapeken, Sabuntan berdiri tegak, lantang berkata: “Kami ada untuk Indonesia, dari laut kami bersuara, dari pulau kami merdeka.”
Pewarta: Hariyanto/HR












