JAWA TIMURSumenep

Jangan Tunggu Anak-Anak Kita Jadi Korban: Atensi untuk Kapolsek di Wilayah Kepulauan Hadapi Bahaya Narkoba

176
×

Jangan Tunggu Anak-Anak Kita Jadi Korban: Atensi untuk Kapolsek di Wilayah Kepulauan Hadapi Bahaya Narkoba

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Di balik birunya laut dan tenangnya kehidupan kepulauan, kini terselip ancaman yang sangat serius, peredaran narkoba Kepulauan yang dahulu dianggap aman dari gelombang kejahatan narkotika, kini mulai dilirik sebagai pasar baru bagi para pelaku kejahatan terorganisir. Sinyal bahaya ini bukan isapan jempol, dan kita semua harus tersentak sebelum semuanya terlambat.

Kepada para Kapolsek di wilayah Maselembu, Sepudi,Gayam, Raas, Arjasa, Kangayan, hingga Sapeken, inilah waktunya untuk berdiri paling depan. Bahaya narkoba, khususnya jenis sabu-sabu, mulai menjalar dan mengintai generasi muda kita, para pelajar, anak-anak, cucu-cucu kita, Jika kita lengah hari ini, mungkin besok kita hanya bisa menangisi nasib mereka.

Apakah kita rela jika anak-anak kepulauan yang tumbuh dengan nilai-nilai luhur dan kesederhanaan, menjadi korban dari kelengahan kita?

Peredaran narkoba di wilayah kepulauan tidak bisa lagi dianggap enteng. Jalur laut yang terbuka lebar, serta keterbatasan pengawasan di beberapa titik, menjadikan daerah ini rentan dijadikan jalur dan tempat peredaran narkoba secara sembunyi-sembunyi. Jika aparat keamanan dan penegak hukum hanya bersikap normatif, maka pelan namun pasti narkoba akan masuk ke ruang-ruang paling pribadi: sekolah, rumah, bahkan masjid.

*Tanggung jawab ini tidak bisa ditunda dan tidak bisa dibagi sembarangan* .
Para Kapolsek di wilayah kepulauan adalah garda terdepan. Jangan biarkan tugas dan jabatan hanya menjadi formalitas. Tindakan tegas terhadap para pengedar harus dilakukan tanpa pandang bulu, tanpa ragu, dan tanpa kompromi. Karena setiap kelonggaran berarti membuka pintu bagi kehancuran.

Namun, pendekatan represif saja tidak cukup. Pendekatan preventif dan edukatif harus berjalan beriringan. *Berikan penyuluhan di sekolah-sekolah, hadirkan sosialisasi di rumah ibadah, gandeng tokoh agama dan masyarakat untuk menyuarakan bahaya narkoba.* Di sinilah kolaborasi menjadi mutlak. Karena perang terhadap narkoba bukan sekadar penangkapan, tapi penyelamatan.

Hari ini mungkin belum terdengar kasus besar. Tapi jika kita diam, esok bisa jadi narkoba bukan lagi barang asing, melainkan “mainan” anak-anak kita. Dan ketika itu terjadi, semua sudah terlambat.

*Bapak Kapolsek sekalian, kami menaruh harapan besar di pundak Bapak.*
Kami tahu, tugas ini berat. Tapi jauh lebih berat lagi melihat generasi kita runtuh karena kita memilih diam.

“Mari jaga pulau kita.
Mari selamatkan generasi kita.
Karena satu anak yang terselamatkan hari ini, berarti masa depan bangsa yang utuh esok hari”

Oleh: Hariyanto, S.Pd
Pemerhati Sosial dan Kepulauan