Beranda

Keluarga Besar Sami Hoddin Dan Sebti Udiyah Sari Melakukan Tradisi Tedak Siten

389
×

Keluarga Besar Sami Hoddin Dan Sebti Udiyah Sari Melakukan Tradisi Tedak Siten

Sebarkan artikel ini

Sumenep,Globalindo.net- Tradisi Tedak Siten atau prosesi upacara ketika seorang anak turun tanah digelar warga di kecamatan manding tepatnya di Dusun Manding laok Desa kebun pinang Kecamatan manding Kabupaten Sumenep. Tradisi yang mulai dilupakan ini digelar untuk seorang anak bernama rara, putri pasangan hoddin dan uut.

Bagi uut sapaan akrabnya, tradisi tedak siten ini penuh makna karena diyakini menjadi simbol penghormatan kepada bumi serta harapan baik bagi masa depan si buah hati.

“ini tradisi di dusun kami setiap anak umur 6 bulan 9 hari harus di-tedak siten,” kata uut, rabu (2/7/2025).

Uut menambahkan, Tedak Siten ini digelar dengan hitungan Madura untuk anak umur 9 bulan 6 hari. Seumpama anak lahir pada Sabtu Pon maka Tedhak Siten digelar pada Sabtu Pon yang kedelapan kali.

Ia mengaku bahwa dia memang sengaja melangsungkan prosesi Tedak Siten dengan mengundang anak-anak di kampungnya. Tujuan diadakannya tradisi ini adalah mengenalkan anak-anak dengan budaya Madura tempo dulu yang kini mulai jarang dilakukan.

Tedak sinten adalah bahasa simbolik yang mengajarkan tentang kearifan hidup, seperti bagaimana hubungan manusia, alam dan tuhan secara harmoni.

Tedak siten juga dikenal sebagai upacara turun tanah, tedak berarti turun, dan siten berarasal dari kata siti yang berarti tanah. Prosesi ini juga bertujuan supaya anak tumbuh menjadi anak yang  mandiri. Tedak siten biasanya digelar saat anak berusia tujuh atau delapan bulan.

“Tradisi ini sudah dilakukan sejak nenek moyang. Tadi adik pertama memilih tasbih sama minyak. Artinya anak mau rajin sholat,” terang uut.

Dalam prosesi ini juga dilibatkan seorang sesepuh dan masyarakat yang nantinya mendoakan agar ke depannya sang anak lebih baik. Pungkasnya

“Harapannya cebbing (sebutan Madura bagi anak perempuan) ke depan tetap Sholeha sehat, pintar dan berguna bagi semua,” ucap uut.”

Pewarta: HR