Magetan, Globalindo.Net// – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan tahun 2025, Pemerintah Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair pada Selasa (18/3). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan petani dan kelompok tani setempat, dengan menghadirkan narasumber dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Bendo.
Kepala Desa Pingkuk, Ajis Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
“Kami ingin para petani lebih mandiri dalam menyediakan pupuk, sehingga tidak tergantung pada pupuk kimia yang harganya fluktuatif. Selain itu, penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Ibu Trisni selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bendo, Ibu Siti Fatimah dari PPL LUIBI, serta Pradana dari Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).
Dalam sesi materi, Ibu Trisni menjelaskan bahwa pupuk organik cair memiliki banyak manfaat, di antaranya mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, serta menjaga keseimbangan ekosistem tanah, Ibu Trisni menambahkan “Ketahanan pangan adalah kunci bagi kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, kita harus memperkuat swasembada pangan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita, salah satunya dengan penggunaan pupuk organik cair yang kita pelajari hari ini.
“Pupuk organik cair ini bisa dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat, seperti limbah sayuran, buah-buahan busuk, kotoran ternak, dan mikroorganisme lokal. Dengan metode yang tepat, pupuk ini bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman,” paparnya.
Sementara itu, Ibu Siti Fatimah menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik cair tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga dapat menekan biaya produksi pertanian.
Di akhir pelatihan, Pradana dari POPT menekankan pentingnya pengendalian hama secara terpadu dengan mengombinasikan penggunaan pupuk organik dan agen hayati.
Pelatihan ini mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani di Desa Pingkuk semakin memahami pentingnya pertanian berkelanjutan dan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka.
{Yani Eko}












