WEST PAPUA –Globalindo.Net// Tabenak Withen Kolago, ketua Lembaga Perkumpulan Perlindungan Bahasa Daerah Papua (P3BDP) mengatakan bahwa saya berharap pemerintah daerah provinsi papua pegunungan dapat memperhatikan untuk memproteksi Bahasa daerah. Provinsi papua pegunungan 46 bahasa daerah dan 46 suku dan rencananya tahun 2025 16 bahasa yang harus kami riset melalui Lembaga yang dipimpinnya menyampaikan di secretariat Bahasa daerah wamena potikelek hari ini 07 desember 2024 pukul 08.00
Tabenak mengatakan bahwa Lembaga ini khusus bergerak bagaimana memproteksi Bahasa daerah khusus di papua pegunungan bahkan seluruh papua dan tim saya banyak ada di pesisir dan ada di pegunungan yang lain bergerak sampai saat ini pungkasnya
Tabenak menambahkan bahwa yang menjadi tantangan hari ini adalah provinsi,kabupaten banyak yang disiapkan oleh negara kesatuan republik Indonesia ini sebenarnya hal lain itu bagus tapi hal lain dibagian social budaya itu dia akan mengancam kita punya tatanan kehidupan .Oleh karena itu kami lembaga bahasa ini bergerak khusus untuk bagaimana memproteksi bahasa daerah.karena bahasa adalah bahasa roh yang Tuhan kasih dan bahasa daerah ini alat ukur untuk manusia papua pegunungan.oleh sebab itu dari 46 bahasa dan 46 suku itu untuk panduan pemerintah provinsi papua pegunungan. Oleh sebab itu dari 46 bahasa dan 46 suku itu untuk panduan pemerintah provinsi papua pegunungan untuk bagaimana pemerintah programkan untuk 46 bahasa dan 46 suku ini. Karena bahasa itu alat ukur manusia papua pegunungan maka itu saya pesan kepada lembaga-lembaga cultural seperti MRP, terus DPRD yang akan terpilih, bapeda bagian social budaya, dan bapeda bagian riset. Ujarnya
Tabenak menambahkan bahwa bidang-bidang riset itu perlu harus ada penanganan khusus bagaimana perlindungan bahasa daerah. Memang kalo saya lihat monenklatur bagian riset bapeda itu tidak ada. Monenklatur untuk riset social budayanya tidak ada? Mungkin seluruh papua seperti itu jadi mohon kepada pemerintah untuk kebijakan khusus untuk bagaimana perlindungan bahasa daerah ini tegasnya.
Kolago, mengatakan bahwa tanggal 21 februari 2025 hari Bahasa Internasional. Oleh karena itu kami dari lembaga ini rencana untuk buka ruang diskusi public tentang bahasa daerah atau dan social budaya oleh karena itu pemerintah juga bisa lihat saat-saat itu jikalau ada undangan atau ada minta bantuan bisa dipikirkan pada tanggal 21 februari hari bahasa internasional. Tuturnya
Tabenak Withen, mengatakan bahwa pesan dari saya itu dan kami sudah siapkan sekitar 16 bahasa daerah yang harus riset tahun 2025 besok dan 2027 cetak. 16 bahasa daerah tersebut 1). Bahasa Dani tengah, 2). Bahasa Dani Bawah, 3). Bahasa Dani atas, 4). Bahasa Walak, 5). Bahasa Nduga, 6). Bahasa Nggem, 7). Bahasa Ninia, 8). Bahasa Ketengbang, 9). Bahasa Anggruk, 10). Bahasa Paspaley/Abenaho, 11). Bahasa kimial, 12). Bahasa Momuna, 13). Bahasa Kosarek, 14). Bahasa Ngalum, 15). Bahasa Nalik, dan 16). Bahasa Nalca. Setelah itu 2027 sisanya kita riset lagi supaya 46 bahasa daerah dalam 3 tahun sudah bisa selesai itu. tutupnya
Jurnalis : Dano Tabuni
Editor:Purwati












