KAB.BEKASI-JABAR
Globalindo.Net // Proyek pekerjaan perbaikan jalan raya Pasar Bojong-Cipayung dari anggaran Pemerintah Kabupaten Bekasi banyak dikeluhan warga.
Selain menyebabkan kemacetan lalulintas, proyek pekerjaan jalan yang dimulai minggu 4 Agustus 2024 membuat para pedagang di sepanjang jalan terpaksa tutup, karena pihak kontraktor melakukan penutupan jalan sepihak, 8/8/2024.
Akses jalan Pasar Bojong-Cipayung dan Pasar Bojong-Pebayuran merupakan jalur aktifitas padat warga, baik yang usaha di pasar, pekerja pabrik dan juga anak sekolah.
Satu-satunya jalan yang bisa dilalui warga yaitu didepan Pasar Kedung Gede namun jalan tersebut sudah dipenuhi dengan PKL sehingga menjadikan kemacetan panjang,
Disisi lain dampak dari penutupan jalan sementara para pedagan dan usaha lain disekitarnya tutup total sehinga usahanya terganggu, seharusnya diharapkan ada solusi lain supaya tidak ada pihak yang dirugikan.
Sejatinya pembangunan jalan dimaksudkan guna meningkatkan kemampuan struktur dan kekuatan beban jalan agar mencapai tingkat pelayanan yang direncanakan, selain itu manfaatnya memperlancar arus lalulintas, distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Oleh karena itu pembangunan jalan harus transparan dan informasikan ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana publik.
Melihat karut-marut perbaikan jalan raya Pasar Bojong-Cipayung, Pemerintah Feri Sopyan Kepada Globalindo mengatakan, “Saya sangat menyangkan hal ini sering terjadi apa susahnya sih pihak kontraktor memasang papan nama kegiatan, apalagi dalam Perpres no 12 tahun 2021 tentang Perubahan atas perpres no 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, itu diatur kewajiban masing-masing pihak terkait, ini seolah-olah seperti menutupi”. Tuturnya.
“Kita sebagai masyarakat punya hak untuk tahu pembangunan jalan ini berapa volume kegiatan dan dari mana asal sumber anggarannya, sebagaimana diatur dalam Undang-undang no 14 tahun 2008 tentang KIP. Kalau hal kecil saja seperti papan nama kegiatan nggak ada apalagi seperti RAB dan lain-lainnya masyarakat susah untuk mengetahuinya.” Tambahnya.
Sementara dari pihak konsultan dan mandor kerja kegiatan tersebut saat dikonfirmasi Globalindo mengatakan hal yang sama kalau pengerjaan kegiatan ini merupakan pengalihan atau tambahan dari titik kegiatan yang sudah dikerjakan dijalan Kedung waringin-Pebayuran, “saya hanya mengikuti arahan Dinas bang” dengan nada singkat. 4/8/2024.
Pengerjaan pada saat ini masih tahap pembongkaran beton lama, sementara dari pihak Dinas terkait belum bisa dikonfirmasi, sehingga berita ini diterbitkan.
(Br – Os).












