Artikel

IMPLEMENTASI SISTEM PELAYANAN RAKYAT SIDOARJO (SIPRAJA) SEBAGAI INOVASI PELAYANAN PUBLIK

354
×

IMPLEMENTASI SISTEM PELAYANAN RAKYAT SIDOARJO (SIPRAJA) SEBAGAI INOVASI PELAYANAN PUBLIK

Sebarkan artikel ini

Pemberian bantuan kepada masyarakat merupakan upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kesetaraan sosial setiap daerah mulai dari barang dagangan, administrasi, dan administrasi peraturan yang diberikan oleh negara. Oleh karena itu kelangsungan suatu sistem administrasi ditentukan mengingat pelaksanaan administrasi publik yang besar dan buruk. Pelayanan publik dapat dianggap efektif apabila Masyarakat sebagai pengguna layanan publik, memperoleh suatu layanan dengan mudah serta prosedur yang tidak berbelit-belit, cepat, tanggap, tepat waktu dan memuaskan (Lopes, 2013).

Terdapat berbagai permasalahan terkait masalah administrasi misalnya ketidakpastian prosedur, perpecahan, konflik yang tidak dapat didamaikan, penundaan yang berkepanjangan, penyalahgunaan kekuasaan, dll. Permasalahan tersebut, individu akan merasa kecil hati, ajukan laporan pertanyaan kepada Ombudsman karena organisasi tersebut mewajibkan protes/laporan masyarakat sehubungan dengan dukungan terhadap permasalahan masyarakat.

Berdasarkan perolehan data dan informasi dari observasi, wawancara, dan study literatur yang telah dilakukan peneliti memperoleh pembahasan mengenai hasil tersebut penelitian sebagai berikut:

Aplikasi SIPRAJA sebagai inovasi pelayanan publik. Inovasi adalah salah satu aspeknya pengaruh penting terhadap Pembangunan dan kemajuan sesuatu organisasi pemerintah. (Ariyani, Indah Mirdanti, Nuh 2016) mengedepankan beberapa jenis inovasi produk layanan, inovasi proses, inovasi mendalam metode pelayanan, inovasi dalam strategi atau kebijakan, dan inovasi sistem aplikasi SIPRAJA termasuk dalam kategori jenis inovasi metode pelayanan mempertimbangkan keberadaannya perubahan baru dalam aspek interaksi apa yang dilakukan pelanggan atau ada metodenya yang baru menyediakan atau memberikan layanan. Aplikasi SIPRAJA juga termasuk jenis inovasi sistem jenis ini merupakan hal baru dalam konteks interaksi atau hubungan dilakukan bersama actor lain dalam kerangka kerjo untuk perubahan manajemen pelayanan yang di sediakan oleh desa.

Pada aplikasi SIPRAJA yang membuat desain karya ampuh dan menarik sehingga menghemat waktu. Namun apabila pada aplikasi sipraja terjadi kesalahan atau gangguan, maka administrasi surat akan ditangani secara fisik. Kendala yang sering terjadi adalah pengecekan yang merepotkan yang berpindah tangan, sehingga direktur aplikasi harus stand by beberapa menit. Apabila kendala-kendala tersebut tidak dapat di selesaikan dengan baik, maka pelaksanaan bantuan Masyarakat yang terhomat menjadi sulit di pahami. Sementara pada aspek pembinaan administrasi, kecamatan telah menjalankan SOP dengan baik dan pelaksanaan SIPRAJA berjalan secara progresif yaitu bagian administrasi persuratan dan data mengkoordinasikan dan memberikan pembinaan kepada sub-daerah, sub-daerah kota sebagai pelaksana tingkat bawah.

Hal ini berkaitan dengan keterbukaan otoritas publik sehingga situs SIPRAJA dapat lebih mudah terjangkau daerah setempat sehingga nantinya daerah setempat juga dapat mengevaluasi perilaku otoritas publik dalam menyelesaikan pertukaran publik. Untuk informasi kelompok Masyarakat juga dijamin oleh pemerintah pusat serta kerahasiaan informasi daerah setempat dapat terjamin. SIPRAJA juga sangat mudah di jangkau, baik dari segi jumlah pengurus maupun persyaratan otoritas yang harus dipenuhi agar lebih mudah.

SIPRAJA di percaya dapat berterus terang kepada Masyarakat sehingga dapat terus menerus berhubungan dengan Masyarakat luas yang mempunyai keragaman, kepentingan dan tujuan yang menyikapi kehadiran penyelenggaraan pemerintahan. Keterusterangan merupakan transparansi data baik dalam siklus dinamis dalam mengungkap data. Hal ini terkait dengan keterbukaan otoritas publik sehingga situs SIPRAJA bisa lebih terbuka kepada Masyarakat luas juga bisa survey bagaimana tindakan otoritas publik dalam mengenali wacana pameran publik.

Afinatuz Eva Aulia

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Program Studi Administrasi Publik