Artikel

TANGGUL JEBOL DEMAK BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN DEMAK TERENDAM

474
×

TANGGUL JEBOL DEMAK BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN DEMAK TERENDAM

Sebarkan artikel ini

Pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Tengah pada Rabu (13/3), sebanyak enam tanggul jebol. Kejadian ini memicu banjir di wilayah kekuasaan Demak. Tanggul Sungai Wulan di Jawa Tengah yang berada di perbatasan Kabupaten Demak dan Kudus juga kembali jebol pada Minggu (17/3), menurut pemberitaan terkini. Ini merupakan kejadian kedua sejak banjir Demak awal Februari 2024. Sebanyak 89 desa di 11 kecamatan terendam banjir pada Senin (18/3), menurut Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak. Laporan Pusat (Pusdalops).

Ketinggian banjir berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Kecamatan Demak, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Karanganyar, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Guntur, Kecamatan Dempet, dan Kecamatan Gajah merupakan kecamatan yang terdampak banjir. Terdapat 93.149 orang yang terkena dampak, 22.725 di antaranya mengungsi. Di 45 lokasi, Pemkab Demak telah mendirikan tempat pengungsian.

BPBD Kabupaten Demak masih waspada banjir hingga hari ini, 3 Maret. Menurut perwakilan Pusdalops BPBD Kabupaten Demak, ketinggian air di wilayah Kota Demak pagi ini mencapai lutut orang dewasa. Sementara itu, arus banjir di ruas jalan Demak-Kudus semakin dangkal dan berpotensi membahayakan perahu-perahu yang sedang membersihkan. Bersama TNI, POLRI, BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, dan relawan, BPBD Kabupaten Demak masih berupaya mengevakuasi warga terdampak banjir.

Pemerintah seharusnya sudah berantisipasi ketika cuaca sudah memasuki musim hujan dan memeriksa beberapa tempat yang memang perlu di perbaiki Koordinasi dengan Otoritas Lokal, Segera hubungi otoritas setempat atau lembaga terkait untuk mendapatkan bantuan dan koordinasi dalam menangani tanggul jebol. Perbaikan Tanggul Lakukan perbaikan tanggul secara profesional dan sesuai dengan standar keselamatan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Desti Indra R

Prodi Administrasi Publik

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo