SUMENEP, Globalindo.net — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menanggapi pencapaian penurunan angka Prevalensi Kerawanan Pangan atau PoU versi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan sikap rendah hati. Ia menegaskan keberhasilan ini bukan milik satu pihak saja, melainkan buah dari kerja sama lintas sektor yang dipayungi kebijakan Pemerintah Kabupaten. Minggu 27/09/2026
Menurut Chainur Rasyid, capaian yang dipublikasikan BPS tersebut tidak terlepas dari arahan serta kebijakan strategis yang ditetapkan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.
“Ini bukan keberhasilan DKPP semata. Penurunan angka kerawanan pangan yang tercatat saat ini adalah hasil kerja kolektif lintas dinas dan seluruh pemangku kepentingan, yang berjalan di bawah arahan serta kebijakan Bapak Bupati Sumenep,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini membuktikan adanya keselarasan langkah antarinstansi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh di tingkat daerah. Setiap perangkat daerah memiliki peran yang saling menguatkan, sehingga hasil yang terlihat hari ini adalah buah dari gotong royong seluruh jajaran pemerintahan.
Chainur Rasyid menambahkan, upaya penguatan ketahanan pangan tidak berhenti pada angka yang baik saja. Seluruh program yang telah berjalan di tingkat desa akan terus dilanjutkan, bahkan diperkuat dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
“Program-program penguatan ketahanan pangan yang telah digalakkan hingga ke tingkat desa akan terus kami lanjutkan. Justru di masa depan, kami akan memperkuatnya lebih lagi, agar manfaatnya semakin terasa dan lestari bagi seluruh masyarakat Sumenep,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan guna memastikan penurunan angka kerawanan pangan tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan. Dengan penguatan program di desa sebagai garda terdepan penyediaan pangan, diharapkan kemandirian pangan masyarakat semakin kokoh dan mampu menjawab tantangan yang muncul di masa mendatang.
Meski capaian tersebut patut disyukuri, Chainur Rasyid menegaskan pihaknya tidak akan berpuas diri. Perhatian utama kini diarahkan pada bagaimana mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut melalui langkah-langkah nyata di lapangan, termasuk penyuluhan, pendampingan petani, serta penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
“Kami melihat ini sebagai awal, bukan akhir. Tugas kami ke depan semakin berat, menjaga agar angka kerawanan pangan terus turun dan masyarakat semakin sejahtera melalui ketersediaan pangan yang aman, cukup, dan terjangkau,” pungkasnya.
Pewarta: HR












