SUMENEP, Globalindo.net — Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Dusun Jambangan, Desa Bakeong, Kecamatan Gulug-Gulug, Kabupaten Sumenep, jawa timur tumbuh sebuah keajaiban alam yang kini dikenal luas sebagai tembakau termahal di dunia. Namanya: Campalok. Jum’at 18/09/2026
Disebut Campalok bukan tanpa alasan. Nama ini diambil dari pohon campalok yang tumbuh subur di sekeliling lahan pertanaman tembakau tersebut, seakan menjadi pelindung sekaligus penanda identitas tanaman istimewa ini.
Harganya sungguh luar biasa: mampu menembus Rp5 juta per kilogram. Angka ini menempatkan Campalok jauh di atas jenis tembakau lainnya, menjadikannya primadona yang diburu penikmat tembakau dari berbagai penjuru dunia.

Apa yang membuatnya begitu istimewa? Rahasianya terletak pada aroma dan rasa yang khas, tak tertandingi oleh varietas mana pun. Daun tembakau Campalok memiliki tekstur sangat lembut dengan warna merah kecoklatan yang memikat mata.
Kandungan nikotinnya pun sangat rendah, hanya berkisar 0,5 hingga 0,8 persen, sehingga lebih ramah bagi penikmatnya.
Keunggulan yang paling dibanggakan justru terasa setelah dinikmati, ketika dilinting, diisap, lalu dimatikan, Campalok tidak meninggalkan bau tak sedap maupun rasa apek di mulut. Pengalaman yang tertinggal murni keharuman dan kelembutan yang membedakannya sepenuhnya dari tembakau biasa.
Kini, keberadaan Campalok bukan sekadar kebanggaan warga Sumenep atau masyarakat Madura semata. Tembakau ini telah menjadi bukti nyata kekayaan alam kabupaten Sumenep yang mampu menembus pengakuan dunia.
Di tanah yang sederhana, di dusun yang tenang, tumbuh harta karun yang membuktikan potensi nusantara tiada duanya.”
Pewarta: HR












