SUMENEP,Globalindo.net – Langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat terus digalakkan. Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama pemerintah desa, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), dengan tujuan memastikan setiap proses pembangunan berjalan secara partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.
Penandatanganan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Matanair, Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Babbalan, Sekolah Perempuan Muda, serta komunitas Srikandi Keris. Kehadiran beragam elemen perempuan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk semakin mengokohkan peran perempuan sebagai pelopor perdamaian, penggerak utama pembangunan, sekaligus penjaga kohesi dan keharmonisan sosial di tingkat desa.
Melalui kolaborasi multipihak ini, diharapkan suara dan aspirasi seluruh lapisan masyarakat,termasuk kelompok yang sering kali belum terwakili dapat tertampung dengan baik dalam setiap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan. Dengan demikian, hasil pembangunan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan nyata warga, dikelola secara terbuka, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan desa maupun daerah.
Peran perempuan yang diperkuat dalam kerja sama ini diharapkan mampu membawa perspektif yang lebih inklusif, menumbuhkan kebersamaan, serta mencegah potensi konflik sosial di tengah dinamika perkembangan wilayah. Sinergi ini pun menjadi fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat.”
Pewarta: HR












