BeritaJAWA TIMURSumenep

Lantik 31 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Fauzi, Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Kehormatan

18
×

Lantik 31 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Fauzi, Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Kehormatan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengingatkan seluruh pejabat Administrator dan Pengawas yang baru saja dilantik untuk memahami bahwa jabatan yang diemban bukanlah sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dengan penuh dedikasi, integritas, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan langsung Bupati saat memimpin upacara Pelantikan serta Pengambilan Sumpah dan Janji Pejabat Administrator dan Pengawas di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep, Rabu (15/7/2026).

“Jabatan ini bukanlah sebuah kehormatan semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh sebab itu, bekerjalah dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan integritas,” tegas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam arahannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati melantik sekaligus mengambil sumpah dan janji sebanyak 31 orang pejabat, yang meliputi jabatan Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekretaris Kecamatan, hingga Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Bupati menekankan bahwa posisi Administrator dan Pengawas memegang peran sangat strategis sebagai penghubung sekaligus penggerak utama agar seluruh program pembangunan daerah dapat berjalan tepat sasaran. Karena itu, para pejabat diharapkan segera membangun koordinasi yang erat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta berani menghadirkan inovasi dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kepemimpinan bukan hanya soal kewenangan yang dimiliki, melainkan tentang keteladanan: bagaimana Anda memberikan solusi, membangun kerja sama yang baik, dan menjadi contoh bagi seluruh jajaran di bawah Anda,” imbuhnya.

Kepada para pejabat baru, Bupati meminta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas dan fungsi masing-masing secara mendalam, serta menjadikan kedisiplinan sebagai budaya utama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Lebih luas, Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Kualitas sumber daya manusia aparatur, katanya, adalah kunci utama untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Pelayanan publik yang berubah cepat menuntut ASN tak boleh berpuas diri dengan kemampuan yang ada. Harus terus belajar, memperbarui pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperbaiki sikap kerja agar mampu memberikan pelayanan yang prima.

“Kami tekankan kepada seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya kerja yang produktif, adaptif terhadap perubahan, dan berorientasi pada hasil nyata. Sinergi antarlembaga menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan