BeritaSumenepTNI /POLRI

BPS Sumenep Gelar Sensus Ekonomi 2026: Hajat Besar 10 Tahunan Butuh Sinergi Semua Pihak

28
×

BPS Sumenep Gelar Sensus Ekonomi 2026: Hajat Besar 10 Tahunan Butuh Sinergi Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Sumenep Melalui Sensus Ekonomi 2026”. Acara berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (29/6/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi serta pemangku kepentingan daerah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H, Sekretaris Daerah Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si, Kepala BPS Kabupaten Sumenep Handoyo Wijoyo, unsur Forkopimda, kepala seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tokoh dan perwakilan berbagai elemen masyarakat di wilayah Sumenep.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Sumenep Handoyo Wijoyo menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang sangat strategis, mengingat kegiatan ini hanya dilaksanakan satu kali dalam kurun waktu sepuluh tahun.

“Sensus Ekonomi 2026 adalah hajat besar bangsa yang terjadi hanya setiap sepuluh tahun sekali. Oleh sebab itu, kami ingin memanfaatkan momentum emas ini untuk menghadirkan pelaksanaan yang sukses, hasilnya bermanfaat, dan benar-benar berdampak nyata bagi kemajuan daerah dan negara yang kita cintai,” ungkap Handoyo.

Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara sensus dan survei biasa. Jika survei hanya mengambil sampel data, maka sensus dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh aktivitas ekonomi yang berjalan di Indonesia. Hasilnya nanti akan memberikan gambaran yang utuh, akurat, dan lengkap mengenai kondisi perekonomian, mulai dari tingkat nasional hingga tingkat kabupaten dan kecamatan.

“Karena ini sensus, bukan survei, maka seluruh aktivitas ekonomi di lapangan akan tercatat. Ini bukan pekerjaan ringan dan BPS tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi aktif dari kementerian, lembaga terkait, pemerintah daerah, OPD, para camat, hingga dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat agar proses pendataan ini berjalan lancar dan tepat waktu,” jelasnya lebih lanjut.

Handoyo juga menekankan bahwa keberhasilan sensus ini tidak hanya bergantung pada petugas pencacah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Ia menyebut sinergi yang terjalin bukan sekadar kerja sama formal antarinstansi, melainkan wujud nyata gotong royong nasional untuk membangun sistem data statistik yang semakin andal, adaptif, dan dapat dipertanggungjawabkan

“Kami meyakini kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama antar lembaga, tetapi merupakan gotong royong nasional dalam membangun sistem statistik yang semakin adaptif. Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak bisa diraih BPS sendiri, melainkan harus didukung sepenuh hati oleh semua pihak,” tambahnya dengan tegas.

Di akhir sambutannya, Handoyo menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, kemudahan, serta fasilitas yang dibutuhkan dalam rangka sosialisasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan ini.

Dengan dukungan bersama, diharapkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumenep dapat berjalan sesuai rencana, menghasilkan data yang berkualitas, dan menjadi landasan kuat bagi penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih terarah dan tepat sasaran ke depannya.”

Pewarta: WN-HR

Tinggalkan Balasan