BeritaBudayaTrenggalek

Tradisi Baritan Desa Salamwates Dongko Trenggalek Berlangsung Sukses dan Meriah, Lestarikan Budaya Leluhur

33
×

Tradisi Baritan Desa Salamwates Dongko Trenggalek Berlangsung Sukses dan Meriah, Lestarikan Budaya Leluhur

Sebarkan artikel ini

Trenggalek – Tradisi tahunan Baritan atau Bersih Desa kembali digelar dengan meriah oleh masyarakat Desa Salamwates, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun ini berlangsung semarak dan dipadati warga yang antusias menyaksikan rangkaian acara.

Acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan pawai budaya yang diikuti oleh perwakilan dari sejumlah RT di Desa Salamwates. Sebelum pawai dimulai, panitia juga menggelar berbagai perlombaan antar-RT, salah satunya lomba pembuatan kuliner tradisional berupa Nasi Lengkong dan nasi tiwul, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya.

Ribuan masyarakat dari Desa Salamwates maupun wilayah Kecamatan Dongko tampak memadati lokasi kegiatan. Tradisi Baritan memang selalu menjadi momen yang dinantikan setiap tahun karena tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga.

Salah seorang peserta lomba, Maryati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya kuliner khas Desa Salamwates.

“Baritan bertujuan melestarikan budaya leluhur, khususnya tradisi pembuatan Nasi Lengkong. Kuliner ini menjadi ciri khas Desa Salamwates yang tidak dimiliki desa-desa lain. Karena itu harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat. Pembiayaan acara berasal dari swadaya warga sebagai bentuk kebersamaan dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Hal senada disampaikan oleh salah satu sesepuh desa, Edy, yang juga menjabat sebagai Ketua RT. Menurutnya, Tradisi Baritan merupakan upaya nyata untuk nguri-uri budaya Jawa sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Melalui Baritan ini kami ingin menjaga budaya Jawa tetap hidup. Selain kuliner tradisional, ada pula kesenian seperti Tayub yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Salamwates,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Salamwates, Soeparno, belum sempat ditemui awak media untuk memberikan keterangan. Namun masyarakat mengapresiasi dukungan pemerintah desa yang selama ini terus mendorong terciptanya kerukunan, kebersamaan, dan pelestarian budaya di Desa Salamwates.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, dilanjutkan hiburan rakyat dan pawai budaya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi bukti bahwa Tradisi Baritan tetap hidup sebagai identitas budaya masyarakat Desa Salamwates.

Pewarta: Sugeng

Tinggalkan Balasan