Sumenep,Globalindo.net – Antrean kendaraan mengular terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Madura selama beberapa hari terakhir. Warga terpaksa menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas harian, kelancaran distribusi barang, hingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Menanggapi keluhan yang meluas itu, Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Nur Faizin, mendesak pemerintah daerah bersama PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah nyata memulihkan pasokan dan kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Madura.
Politisi muda asal Madura ini juga meminta penyebab antrean panjang itu dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi yang meresahkan.
Tak hanya itu, pengawasan penyaluran BBM bersubsidi harus diperketat untuk memastikan bantuan harga itu benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan oknum tertentu.
“Kebutuhan energi masyarakat adalah prioritas utama. Jangan sampai kelangkaan atau antrean panjang ini melumpuhkan aktivitas pertanian, perikanan, angkutan barang, dan kebutuhan rumah tangga. Pemerintah harus bergerak cepat agar antrean segera terurai dan roda ekonomi kembali berjalan normal,” tegas Nur Faizin, Minggu (28/6/2026).

Ia mengingatkan bahwa BBM bersubsidi disiapkan negara untuk meringankan beban biaya hidup rakyat, bukan untuk dipermainkan atau ditimbun. Jika dibiarkan, ketidaklancaran ini bisa merugikan jutaan warga yang sehari-hari sangat bergantung pada Pertalite dan Biosolar.
“Kalau ada kendala teknis atau permasalahan distribusi, sampaikan secara jujur. Masyarakat butuh kepastian, bukan hanya janji. Pengawasan ketat wajib dilakukan agar tidak ada penyimpangan di lapangan yang membuat pasokan terasa langka padahal kuota tersedia,” tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, warga di beberapa titik seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan masih melaporkan harus menunggu cukup lama, bahkan ada yang pulang tanpa kebagian akibat stok habis lebih cepat dari jadwal biasanya,”
Pewarta HR












