SUMENEP,Globalindo.net – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyambut dengan penuh sukacita sekaligus diselingi rasa duka mendalam kepulangan jamaah haji Kloter 77 yang berjumlah 373 orang, setelah berhasil menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Acara penyambutan berlangsung di Stadion A. Yani Sumenep pada Senin (22/06/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Beliau didampingi jajaran pejabat daerah, unsur TNI‑Polri, perwakilan keluarga, serta masyarakat yang hadir menyambut kedatangan sanak saudaranya.
Dalam sambutannya, Bupati mengawali dengan mengucap syukur kepada Allah SWT karena seluruh jamaah Kloter 77 dapat kembali ke kampung halaman dalam keadaan selamat dan sehat walafiat.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi hari yang penuh berkah bagi seluruh keluarga besar Kabupaten Sumenep. Sebanyak 373 saudara kita yang tergabung dalam Kloter 77 telah menuntaskan salah satu rukun Islam yang paling agung,” ujarnya.
“Kami menyambut kalian bukan sekadar sebagai orang yang pernah pergi jauh, melainkan sebagai orang pilihan yang telah beribadah langsung di tempat yang paling mulia,” tambah Bupati Achmad Fauzi.
Di tengah rasa syukur tersebut, Bupati juga menyampaikan duka cita yang sedalam‑dalamnya atas wafatnya tiga orang jamaah haji asal Sumenep selama menjalani ibadah di Tanah Suci. Ketiganya masing‑masing adalah warga Desa Dasuk Kertabarat (Kloter 78), warga Desa Prambanan Kecamatan Gayam (Kloter 79), dan warga Desa Tanah Merah Dusun Nunggunung (Kloter 79).
“Atas nama seluruh Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah mereka di Tanah Suci,” ujarnya.
Ia juga mendoakan agar seluruh pengorbanan, doa, dan langkah kaki yang ditempuh para jamaah di Mekkah dan Madinah diterima Allah SWT, sehingga berhak menyandang predikat Haji Mabrur.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Sumenep, Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP, menjelaskan pola penyambutan tahun ini disiapkan secara maksimal dan serupa dengan sistem saat pemberangkatan.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, mulai dari transportasi, pengamanan, hingga layanan kesehatan agar perjalanan pulang jamaah tetap nyaman dan aman,” katanya.
Kamiluddin juga menyampaikan imbauan penting kepada keluarga dan masyarakat yang menyambut kepulangan jamaah. Ia meminta agar tidak menggelar konvoi kendaraan yang berlebihan dan melanggar aturan lalu lintas.
“Wajar rasanya jika ingin menyambut dengan suka cita, tapi hindari konvoi yang terlalu panjang, menutup jalan, menimbulkan kebisingan, atau melanggar peraturan. Hal itu berisiko menimbulkan kemacetan, menghalangi kendaraan darurat, bahkan kecelakaan, yang justru mengurangi makna berkah momen ini,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah daerah dan kepolisian agar masa kedatangan jamaah haji berjalan tertib, aman, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.
Pewarta: HR












