BeritaNgawiOlahragaTNI /POLRI

Sarasehan Perguruan Silat Jelang Suro 2026, Kapolres Ngawi Ajak Wujudkan Situasi Aman dan Kondusif

30
×

Sarasehan Perguruan Silat Jelang Suro 2026, Kapolres Ngawi Ajak Wujudkan Situasi Aman dan Kondusif

Sebarkan artikel ini

Ngawi – Menjelang Bulan Suro 2026, Polres Ngawi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi menggelar Sarasehan Perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Ngawi di Notosuman Convention and Restaurant, Desa Watualang, Sabtu (13/6/2026) malam.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan pencak silat tersebut menjadi forum silaturahmi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama rangkaian kegiatan Bulan Suro.

Kapolres Ngawi, Prayoga Angga Widyatama, menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama.

“Pencak silat adalah sarana membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan cinta persatuan. Karena itu, menjelang Bulan Suro ini kami mengajak seluruh keluarga besar perguruan silat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Kapolres juga mengimbau seluruh anggota perguruan silat agar menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik, tidak melakukan konvoi yang mengganggu ketertiban umum, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan selama Bulan Suro membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya para ketua dan pengurus perguruan silat.

“Kami mengajak seluruh perguruan untuk berkomitmen bahwa mobilisasi kegiatan Bulan Suro hanya diperuntukkan bagi calon warga dan pendamping yang telah ditentukan, tanpa penggembira, tanpa senjata tajam, dan tanpa minuman keras. Polres Ngawi siap mengamankan seluruh kegiatan dan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap Bulan Suro.

“Mari kita jadikan Bulan Suro sebagai momentum yang penuh nilai budaya, kesakralan, dan persaudaraan, bukan lagi identik dengan potensi kerawanan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menyampaikan bahwa komunikasi dan sinergi antarperguruan silat di Kabupaten Ngawi selama ini berjalan dengan baik dan harus terus dipelihara.

Ia berharap seluruh perguruan pencak silat dapat menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang kuat secara fisik, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti.

Sarasehan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan komitmen bersama seluruh perguruan pencak silat untuk menjaga persatuan, memperkuat koordinasi hingga tingkat desa, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif selama Bulan Suro 2026.

Kegiatan ditutup dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan sebagai wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh perguruan pencak silat dalam menjaga Kabupaten Ngawi tetap aman, damai, dan harmonis.

Pewarta: Sur

Tinggalkan Balasan