JAWA TIMURSampang

Pembangunan Sekolah Rakyat Sampang Capai 54%, Ditargetkan Selesai Akhir Juni 2026

19
×

Pembangunan Sekolah Rakyat Sampang Capai 54%, Ditargetkan Selesai Akhir Juni 2026

Sebarkan artikel ini

SAMPANG,Globalindo.net – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Program Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Minggu (10/5/2026).

Dalam kunjungannya, ia menegaskan pembangunan berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung 100% pada akhir Juni 2026, sehingga pada minggu kedua bulan tersebut sudah bisa digunakan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah bagi para siswa.

“Saya ingin memastikan proses pembangunan di Kabupaten Sampang ini berjalan dengan baik, lancar, dan tepat sasaran. Targetnya jelas: akhir Juni nanti sudah selesai, dan minggu keduanya sudah bisa digunakan untuk kegiatan persiapan serta pengenalan lingkungan,” tegas Gus Ipul di lokasi pembangunan.

Sekolah Rakyat di Sampang ini menjadi lokasi pembangunan gedung permanen yang pertama di wilayah Pulau Madura dari empat kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi rintisan. Saat ini, progres pembangunan fisik telah mencapai angka 54%. Sementara untuk pembangunan gedung permanen di tiga kabupaten lainnya yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep, diproyeksikan baru akan mulai berjalan pada tahun depan.

Dibangun dengan kapasitas besar, Sekolah Rakyat Sampang nantinya mampu menampung hingga 1.000 siswa, yang mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Fasilitas pendidikan ini secara khusus disiapkan dan diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga paling tidak mampu, yang datanya telah tercatat secara resmi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN).

Sistem penerimaan siswa di Sekolah Rakyat menerapkan mekanisme yang berbeda dari sekolah pada umumnya, yaitu tidak melalui jalur pendaftaran mandiri. Sebaliknya, Kementerian Sosial akan melakukan proses penjangkauan langsung ke lapangan untuk menjaring calon siswa yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan akses pendidikan.

Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah bahwa seluruh proses seleksi dan penerimaan siswa akan dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Ia menjamin tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun, serta sama sekali tidak memberi ruang bagi praktik nepotisme atau intervensi pihak tertentu dalam penentuan peserta didik.

“Kami jamin seleksi berjalan bersih, objektif, dan murni berdasarkan data kemiskinan. Tidak ada biaya sepeser pun, dan tidak ada tempat bagi praktik titip-menitip. Sekolah ini milik mereka yang selama ini paling sulit menjangkau pendidikan berkualitas,” ujar Gus Ipul.

Nantinya, Sekolah Rakyat Sampang akan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026, dengan jangkauan penerimaan mencakup keempat kabupaten se-Pulau Madura. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata upaya negara ensuring pemerataan akses pendidikan, sekaligus menjawab tantangan kesenjangan kesempatan bagi warga masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal yang layak dan berkualitas.”

Pewarta: Eka-HR

Tinggalkan Balasan