JAWA TIMURSumenep

Jembatan Ngomber Arjasa Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Resah

188
×

Jembatan Ngomber Arjasa Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Resah

Sebarkan artikel ini

Arjasa, Globalindo.net – Jembatan di kawasan Ngomber, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik setelah terpantau dipenuhi tumpukan sampah. Berdasarkan pantauan tim Globalindo.net pada Kamis (18/9/2025), sampah menumpuk di area bawah jembatan dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu para pengguna jalan.

Kondisi tersebut membuat warga dan pengendara yang melintas merasa tidak nyaman. Selain mengurangi estetika kawasan jalan protokol, bau yang ditimbulkan juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan. “Setiap kali lewat sini, baunya sangat menyengat. Ini sudah lama terjadi tapi seakan-akan dibiarkan,” ujar salah seorang pengendara yang enggan disebut namanya.

Keberadaan sampah di bawah jembatan juga menimbulkan kekhawatiran lain, yakni potensi pencemaran lingkungan dan terganggunya fungsi saluran air di sekitar lokasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berdampak pada kelancaran aliran air dan menimbulkan risiko banjir saat musim hujan tiba.

Secara kewenangan, terdapat beberapa dinas yang memiliki kompetensi untuk menangani persoalan ini. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep bertanggung jawab pada pengangkutan dan pengelolaan sampah, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bidang Pengairan berwenang menjaga kelancaran fungsi sungai atau saluran air di bawah jembatan. Selain itu, pemerintah kecamatan dan kelurahan juga diharapkan ikut berperan dalam pengawasan lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH maupun PUTR Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi. Redaksi Globalindo.net masih berupaya menghubungi dinas terkait untuk mendapatkan konfirmasi mengenai langkah penanganan ke depan.

Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan menangani persoalan ini. “Kami minta ada tindakan nyata dari dinas terkait. Jangan tunggu sampai menimbulkan masalah lebih besar,” kata warga setempat.

Jurnalis: Yan